Fakta Nasional

Kepala Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Diaudit

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi secara terbuka desakan berbagai pihak mengenai audit program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas selalu menjadi pr…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 25 December 2025 📖 1 menit
Kepala Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Diaudit
Dadan Hindayana menyatakan menghormati keputusan Presiden Prabowo yang mencopotnya dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena merupakan hak mutlak presiden./(instagram)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Gizi Nasional (BGN) menanggapi secara terbuka desakan berbagai pihak mengenai audit program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas selalu menjadi prioritas utama dalam menjalankan program strategis pemerintah ini, 24 Desember 2025.

Menurut Dadan, proses audit terhadap anggaran dan pelaksanaan MBG sudah menjadi prosedur standar yang akan tetap berjalan meski tanpa adanya tekanan dari luar.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana negara digunakan secara tepat sasaran dan efisien sesuai dengan aturan pengelolaan keuangan yang berlaku di Indonesia.

Terkait pembagian makanan saat libur sekolah, BGN telah melakukan pendataan mendalam agar distribusi tetap efektif. Langkah ini diambil agar siswa tetap mendapatkan asupan nutrisi meskipun kegiatan belajar mengajar sedang libur.

Pendataan yang akurat menjadi kunci utama agar tidak ada makanan yang terbuang percuma selama masa distribusi berlangsung.

Langkah ini membuktikan bahwa pemerintah sangat serius dalam memerangi stunting dan meningkatkan kualitas gizi generasi muda Indonesia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK