Fakta Nasional

Kerja Nyata di Usia 80 Tahun Kemerdekaan, Ekonomian Indonesia Kian Tangguh

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya semangat kerja nyata dalam menghadapi tantangan global. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 19 August 2025 📖 1 menit
Kerja Nyata di Usia 80 Tahun Kemerdekaan, Ekonomian Indonesia Kian Tangguh
(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya semangat kerja nyata dalam menghadapi tantangan global. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa makna kemerdekaan saat ini bukan lagi sekadar terbebas dari penjajahan, melainkan bagaimana bangsa dapat mengisi kemerdekaan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Selama delapan dekade, Indonesia telah melewati berbagai fase pembangunan. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi dunia, Indonesia tetap mampu mencatatkan kinerja positif. Pada kuartal II 2025, pertumbuhan ekonomi berhasil mencapai 5,12% year-on-year, dengan inflasi tetap terkendali di angka 2,37%. Angka kemiskinan pun menurun hingga 8,47%, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan ke 4,76%.

Sebagai bagian dari perayaan, Kemenko Perekonomian menggelar upacara bendera di Graha Sawala, Jakarta. Upacara ini dipimpin langsung oleh Menko Airlangga Hartarto, sekaligus penyerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada para PNS yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa kerja keras dan kontribusi nyata adalah bentuk pengisian kemerdekaan yang sesungguhnya.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK