Fakta Nasional

Kesal dengan Keracunan MBG, Anggota DPR: Saya akan Gugat BGN dan SPPG

FAKTANASIONAL.NET - Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian DPR RI. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, menyoroti persoalan tersebut saat rapat bersama Kepala Badan Gizi N…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 06 September 2026 📖 1 menit
Kesal dengan Keracunan MBG, Anggota DPR: Saya akan Gugat BGN dan SPPG
Keracunan MBG, Anggota DPR: Saya akan Gugat BGN dan SPPG/Instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kasus dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian DPR RI.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDIP, Charles Honoris, menyoroti persoalan tersebut saat rapat bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono pada Kamis (3/9/2026).

Dalam rapat itu, Charles menyinggung sikap orang tua siswa yang anaknya menjadi korban.

Ia menilai para orang tua tersebut sejauh ini tidak mengambil langkah hukum untuk menuntut pihak terkait.

“Ini beruntung dan bersyukur ya, orang-orang tua murid yang anaknya menjadi korban sepertinya baik-baik nih. Enggak ada yang gugat. Kalau saya, Pak, saya gugat, Pak,” ujar Charles Honoris, dikutip redaksi pada, (5/9/2026).

Charles menegaskan, persoalan akibat dugaan keracunan MBG tidak sebatas gangguan kesehatan.

Menurut dia, korban juga dapat mengalami dampak emosional hingga trauma yang perlu diperhitungkan.

“Saya gugat SPPG, saya gugat BGN, saya minta ganti kerugian. Bukan hanya karena masalah kesehatan yang sudah ditimbulkan, masalah emosional, masalah trauma, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks evaluasi pelaksanaan program MBG dan penanganan kasus keracunan yang menjadi sorotan publik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK