Fakta Nasional

Kilau Emas Antam Meredup di Hari Imlek, Saatnya Borong atau Tunggu?

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia tepat di tengah perayaan Tahun Baru Imlek, Senin (16/2/2026). Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Antam) terpantau mengalami koreksi cukup tajam. Bagi para…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 16 February 2026 📖 1 menit
Kilau Emas Antam Meredup di Hari Imlek, Saatnya Borong atau Tunggu?
Harga Emas Tergelincir Jelang Perjanjian Dagang AS-UE/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kabar mengejutkan datang dari pasar logam mulia tepat di tengah perayaan Tahun Baru Imlek, Senin (16/2/2026). Harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (Antam) terpantau mengalami koreksi cukup tajam.

Bagi para investor yang terbiasa melihat warna merah sebagai simbol keberuntungan, penurunan harga ini mungkin menjadi momentum "angpao" tersendiri untuk menambah portofolio aset aman mereka.

Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia, emas Antam hari ini dipatok pada angka Rp2.940.000 per gram. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar Rp14.000 dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya.

Penurunan ini tergolong signifikan di tengah volatilitas pasar global, mengingat emas biasanya menjadi aset lindung nilai utama saat hari besar atau libur nasional.

Sentimen negatif tidak hanya berhenti pada harga jual. Harga buyback atau harga pembelian kembali oleh Antam juga ikut terjun bebas sebesar Rp13.000, kini berada di level Rp2.728.000 per gram.

Jika kita mengalkulasi selisih antara harga beli dan harga buyback (spread), terdapat gap sebesar Rp212.000. Selisih yang cukup lebar ini menuntut investor untuk lebih bijak dan berorientasi jangka panjang, karena emas membutuhkan kenaikan harga yang cukup tinggi untuk mencapai titik impas (break even point).

Secara psikologis, penurunan di hari libur Imlek ini menjadi pengingat bahwa pasar komoditas tetap bergerak dinamis tanpa mengenal kalender libur. Bagi Anda yang berencana melakukan investasi, memantau pergerakan harian sangatlah krusial agar tidak terjebak dalam spekulasi jangka pendek yang berisiko.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK