Fakta Nasional

Kinerja Saham Tesla 2025 Terpuruk

EKONOMI, FAKTANASIONAL.NET - Sejak awal 2025, Tesla Inc. mengejutkan banyak kalangan dengan kinerja sahamnya yang menurun drastis. Meskipun masih termasuk dalam kelompok perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, Tesla tercatat sebagai salah sat…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 08 June 2025 📖 1 menit
Kinerja Saham Tesla 2025 Terpuruk
Tesla/(pixabay)

EKONOMI, FAKTANASIONAL.NET - Sejak awal 2025, Tesla Inc. mengejutkan banyak kalangan dengan kinerja sahamnya yang menurun drastis.

Meskipun masih termasuk dalam kelompok perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, Tesla tercatat sebagai salah satu saham dengan penurunan paling signifikan.

Berdasarkan laporan Associated Press pada Jumat, 6 Juni 2025, kapitalisasi pasar Tesla telah menyusut sebesar 29,3%, turun menjadi sekitar US$ 917 miliar, menjadikannya perusahaan dengan penurunan nilai pasar terbesar di antara raksasa global.

Penurunan kinerja ini tak lepas dari lesunya permintaan kendaraan listrik, khususnya di pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa. Konsumen mulai menunda pembelian sambil menunggu model baru atau insentif pemerintah yang lebih menarik.

Perlambatan ekonomi global dan kenaikan suku bunga juga turut menekan daya beli masyarakat, sehingga penjualan Tesla mengalami stagnasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain faktor pasar, Tesla juga menghadapi kontroversi politik yang melibatkan CEO Elon Musk. Perseteruan terbuka antara Musk dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memunculkan ketidakpastian regulasi dan kebijakan fiskal.

Meskipun muncul kabar Gedung Putih tengah berupaya meredakan ketegangan, imbasnya sudah dirasakan oleh para investor yang mulai menarik modalnya dari saham Tesla.

Pada awal tahun, Tesla menduduki peringkat kedelapan perusahaan global berdasarkan kapitalisasi pasar, namun hingga 5 Juni 2025, posisinya melorot ke peringkat kesepuluh.

Meski sempat terjadi rebound singkat pada awal perdagangan Jumat setelah kabar perundingan dengan Gedung Putih, sentimen negatif masih mendominasi pasar.

Di sisi lain, Apple juga mengalami nasib serupa dengan penurunan kapitalisasi pasar lebih dari 20% sepanjang tahun, menjadi US$ 2,99 triliun. Sementara itu, Microsoft justru melesat ke posisi puncak, disokong kemitraan dengan OpenAI dan permintaan tinggi untuk layanan berbasis kecerdasan buatan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK