Fakta Nasional

Klarifikasi Kasus Es Kue: Polda Metro Jaya Sampaikan Permohonan Maaf

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dunia maya sempat dihebohkan oleh video seorang pedagang es kue jadul bernama Sudrajat yang diamankan oleh petugas kepolisian dan TNI di Kemayoran. Setelah dilakukan pendalaman oleh Bidpropam Polda Metro Jaya, pihak kepo…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 29 January 2026 📖 1 menit

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dunia maya sempat dihebohkan oleh video seorang pedagang es kue jadul bernama Sudrajat yang diamankan oleh petugas kepolisian dan TNI di Kemayoran.

Setelah dilakukan pendalaman oleh Bidpropam Polda Metro Jaya, pihak kepolisian secara resmi meminta maaf atas tindakan anggotanya yang dinilai kurang tepat dalam melakukan pendekatan edukasi kepada masyarakat.

Tudingan yang menyebutkan bahwa es kue milik Sudrajat mengandung bahan berbahaya seperti spons ternyata tidak terbukti.

Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya telah memeriksa sampel dagangan mulai dari es gabus hingga coklat meses, dan hasilnya dinyatakan layak serta aman dikonsumsi.

Sudrajat yang telah berusia 50 tahun sempat merasa trauma akibat perlakuan kasar yang diterimanya, meskipun niat awal petugas adalah untuk memastikan perlindungan konsumen.

Kombes Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri sama sekali tidak berniat menghambat usaha kecil.

Bidpropam saat ini sedang mendalami apakah ada pelanggaran etika atau penyalahgunaan wewenang oleh personel Bhabinkamtibmas terkait.

Meskipun tidak ditemukan unsur penganiayaan fisik, cara berkomunikasi petugas diakui sebagai sebuah kesalahan yang kontroversial. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi aparat untuk lebih humanis dalam melayani masyarakat bawah.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK