Kodam Jaya Turun Tangan Amankan Aksi 27 Agustus, 18.504 Personel Disiagakan
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyebut prajurit Kodam Jaya ikut membantu Polda Metro Jaya mengamankan aksi demonstrasi pada Kamis (27/8) di sekitar kompleks DPR/MPR, Jakarta. Djam…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyebut prajurit Kodam Jaya ikut membantu Polda Metro Jaya mengamankan aksi demonstrasi pada Kamis (27/8) di sekitar kompleks DPR/MPR, Jakarta.
Djamari mengatakan keterlibatan TNI dilakukan untuk menjaga agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi secara aman sekaligus mencegah pihak lain menyusup dan mengganggu jalannya demonstrasi. Pernyataan tersebut disampaikan di kawasan GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis pagi.
"Jajaran Polda dan Kodam serta masyarakat banyak akan turut menjaga. Menjaga dan mengawal masyarakat kita yang akan menyampaikan aspirasinya ke DPR," kata Djamari, dikutip dari CNN Indonesia.
Menurut Djamari, pengamanan diarahkan agar peserta aksi yang memiliki hak menyampaikan pendapat dapat sampai ke lokasi tanpa gangguan.
"Kemudian untuk mencegah ada kelompok lain yang ingin masuk yang justru akan bisa mengaburkan, bahkan bisa menggagalkan aspirasi yang akan disampaikan," ucap dia.
"Kita ingin masyarakat yang punya hak untuk menyampaikan aspirasi ini kepada DPR, kita lindungi, kita kawal supaya bulat masuk ke sana dan tidak ada yang mengganggu," sambungnya.
Sejumlah kelompok dijadwalkan menggelar aksi, termasuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Massa dari Pati, Jawa Tengah, bahkan telah berada di Jakarta sejak beberapa hari sebelumnya. Tuntutan mereka antara lain mendesak DPR mengesahkan RUU Perampasan Aset serta menerapkan hukuman maksimal, termasuk pidana mati bagi koruptor.
Sebanyak 18.504 personel disiapkan untuk pengamanan di sejumlah titik Jakarta Pusat. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold EP Hutagalung menegaskan pendekatan humanis akan dikedepankan.
"Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Anggota yang bertugas tidak membawa senjata api maupun senjata tajam. Kami mengedepankan pendekatan humanis, komunikasi, dan persuasif dalam melayani masyarakat," kata Reynold dalam keterangannya, Kamis.
Di Tangerang, sekitar 200 personel gabungan dikerahkan untuk patroli dan penyekatan massa yang hendak menuju Jakarta. Pengamanan menyasar perbatasan, akses tol, sejumlah stasiun, serta jalur arteri.
Kabag Ops Polresta Tangerang Kompol Raden Mochammad Sofian mengatakan langkah tersebut juga untuk mengantisipasi keterlibatan pelajar.
"Kami mempersiapkan untuk mengantisipasi adanya masa yang akan ke Jakarta, khusus wilayah Tangerang. Tentunya kita mengantisipasi adanya para pelajar, baik itu anak-anak SMP maupun SMA, yang ikut aksi," katanya.
Pengamanan melibatkan polisi, TNI, Dishub, dan Satpol PP. Sebelumnya, Mabes TNI menyatakan siap membantu pengamanan atas permintaan Polri. Kapuspen Mabes TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menegaskan, "Pengamanan yang pasti tugas Polri ya, TNI membantu perkuatan atas permintaan," kata Nas, Rabu (26/8), dikutip dari Antara.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.