Fakta Nasional

Kolaborasi Mendag dan UGM Digitalisasikan Toko Kelontong Melalui KKN

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Rasio kewirausahaan Indonesia pada angka 3,3% masih tertinggal dibanding negara tetangga. Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai, peningkatan rasio tersebut krusial menjelang bonus demografi tahun 2045, saat 70% pendud…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 27 May 2025 📖 1 menit
Kolaborasi Mendag dan UGM Digitalisasikan Toko Kelontong Melalui KKN
Optimalisasi UMKM Indonesia/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Rasio kewirausahaan Indonesia pada angka 3,3% masih tertinggal dibanding negara tetangga.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai, peningkatan rasio tersebut krusial menjelang bonus demografi tahun 2045, saat 70% penduduk berada di usia produktif.

Untuk itu, Kemendag menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menitikberatkan digitalisasi toko kelontong.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN akan membantu pelaku usaha mikro tradisional memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan inventaris dan layanan pelanggan.

Model ini diharapkan memperluas wawasan kewirausahaan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Rendahnya Rasio Kewirausahaan dan Tantangan yang Dihadapi
Menurut Budi Santoso, sejumlah kendala menghambat tumbuhnya wirausaha baru, di antaranya kurangnya akses modal, literasi keuangan terbatas, jaringan bisnis yang sempit, serta minimnya pengalaman manajerial.

Regional CEO BRI John Sarjono menambahkan, pengembangan mentalitas dan kepemimpinan juga penting agar calon wirausahawan tak mudah menyerah saat menghadapi risiko.

Dalam program KKN ini, mahasiswa UGM akan mendampingi pemilik toko kelontong untuk mengadopsi sistem point-of-sale sederhana, manajemen stok berbasis aplikasi, hingga pemasaran melalui media sosial.

Sekretaris Direktorat Pengembangan Usaha UGM, Sang Kompiang Wirawan, menyatakan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya mengembangkan “entrepreneurial mindset” di kalangan mahasiswa sekaligus memberdayakan ekonomi mikro.

Dengan kolaborasi antar kementerian, perguruan tinggi, dan perbankan, diharapkan rasio kewirausahaan naik signifikan dalam lima tahun ke depan, membuka peluang lapangan kerja baru dan mengurangi ketergantungan pada lapangan kerja formal.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK