Komite Siapkan 10 Titik Sumur Bor dan Embung Penampung Air, untuk Perkuat Mitigasi Karhutla di Way Kambas
FAKTANASIONAL.NET - Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung menyalurkan bantuan logistik berupa sepuluh titik sumur bor, embung penampung air, dan selang pem…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, Lampung menyalurkan bantuan logistik berupa sepuluh titik sumur bor, embung penampung air, dan selang pemadam.
Pada penyaluran logistik tersebut, dirinya turun langsung untuk memastikan jalannya proses pemadaman api bersama unsur gabungan dan masyarakat setempat berjalan dengan lancar.
"Selain arahan dari pimpinan dalam hal ini Pangdam dan Gubernur, saya sengaja turun langsung untuk memastikan proses berjalan dengan lancar," kata Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TNWK, Brigjen TNI Sriyanto, Sabtu (19/9).
Dia melanjutkan menghadapi keterbatasan sumber air di area kebakaran, pihaknya menyiapkan langkah strategis dengan membangun tampungan air terpadu berupa kombinasi embung dan sumur bor di titik-titik elevasi rendah.
Selain pembangunan infrastruktur air, lanjut dia, upaya mitigasi lainnya berupa pemantauan Karhutla yang ditunjang sistem pengawasan digital melalui kamera CCTV yang terpasang disetiap satu kilometer di sepanjang 167 kilometer batas kawasan.
"Ini dilakukan agar ketika musim hujan ketersediaan air dapat terjaga,. Sedangkan pada musim kemarau sarana tersebut dapat difungsikan sekaligus sebagai tempat minum satwa gajah. Untuk kamera pemantau sendiri terhubung ke pusat komando (command center) serta terintegrasi dengan pesawat nirawak (drone) dan kamera jebak (camera trap) yang berfungsi untuk mendeteksi kemunculan titik api sedini mungkin, sekaligus mengawasi aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran," kata dia.
"Pada intinya saya mengajak seluruh lapisan aparatur desa dan masyarakat di lingkar penyangga hutan untuk memperkuat kerja sama menjaga stabilitas kawasan dari ancaman kebakaran maupun aktivitas ilegal lainnya," tegas dia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.