KopDes Merah Putih: Pemerintah Targetkan Puluhan Ribu, Realisasi Baru 680
FAKTANASIONAL.NET - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih) masih berjalan jauh dari garis akhir. Hingga awal Februari 2026, koperasi desa yang berhasil diselesaikan baru 680 unit, sementara pemerintah menargetkan hampir 30 ribu k…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KopDes Merah Putih) masih berjalan jauh dari garis akhir. Hingga awal Februari 2026, koperasi desa yang berhasil diselesaikan baru 680 unit, sementara pemerintah menargetkan hampir 30 ribu koperasi rampung pada tahap awal program nasional penguatan ekonomi desa.
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, mengungkapkan bahwa total koperasi desa yang direncanakan dibangun mencapai 29.424 unit. Seluruh proyek tersebut ditargetkan rampung secara bertahap hingga pertengahan 2026.
“Seharusnya dibangun itu 29.424 unit. Yang sudah selesai sekitar 680 unit, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan,” terang Joao Mota usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dikutip redaksi, Jumat (6/2/2026).
Meski progres awal masih terbatas, pemerintah tetap memasang target ambisius. Joao menyebut seluruh 29 ribu koperasi desa ditargetkan rampung pada April 2026. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan secara masif hingga mencapai 60 ribu sampai 80 ribu unit pada Juli 2026.
“Target kami sekitar 30 ribu unit lebih dulu selesai. Lalu pada Juli bisa berkembang menjadi 60 ribu, bahkan sampai 70–80 ribu unit,” ujarnya.
Menurut Joao, faktor utama yang menentukan kecepatan pembangunan bukan pada teknis konstruksi, melainkan ketersediaan lahan di desa. Selama tanah telah disiapkan oleh pemerintah desa atau masyarakat setempat, proses pembangunan dapat langsung dilakukan.
“Yang penting dikasih tanah. Orang di kampung semua mau bangun,” ucapnya.
Saat ini, koperasi desa yang telah rampung masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Sementara itu, progres di luar Pulau Jawa masih relatif terbatas.
“Di luar Jawa rata-rata baru sekitar 10 sampai 14 unit yang selesai, tersebar di 34 provinsi,” jelas Joao.
Dalam proyek strategis ini, PT Agrinas Pangan Nusantara berperan sebagai pelaksana pembangunan fisik koperasi desa. Sementara itu, aspek perencanaan teknis, model usaha, dan operasional koperasi menjadi tanggung jawab kementerian dan lembaga terkait.
Program KopDes Merah Putih sendiri diproyeksikan menjadi tulang punggung baru ekonomi desa, khususnya dalam mendukung distribusi pangan, penguatan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui bahwa pembangunan koperasi desa dalam skala besar bukan pekerjaan mudah. Namun, ia optimistis program tersebut akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.
“KopDes itu nanti akan seperti program Makanan Bergizi Gratis. Awalnya mungkin pelan, tapi lama-lama akan mengejar dan terasa manfaatnya,” ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu.
Pemerintah menilai keberadaan koperasi desa menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan pemerataan pembangunan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dari desa.
Dengan target puluhan ribu koperasi yang tersebar di seluruh Indonesia, KopDes Merah Putih diharapkan tak sekadar menjadi bangunan fisik, melainkan pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu menggerakkan produksi, distribusi, dan konsumsi masyarakat secara berkelanjutan.[Zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.