Fakta Nasional

Koperasi Desa SPHP: Jawaban Permanen Atasi Beras Oplosan di Pasar

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Maraknya praktik beras oplosan di tingkat konsumen menuntut solusi permanen, bukan sekadar penindakan tegas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah menjawab tantangan ini lewat peng…

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 19 July 2025 📖 1 menit
Koperasi Desa SPHP: Jawaban Permanen Atasi Beras Oplosan di Pasar
Ekspor beras/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Maraknya praktik beras oplosan di tingkat konsumen menuntut solusi permanen, bukan sekadar penindakan tegas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Zulkifli Hasan menegaskan, pemerintah menjawab tantangan ini lewat penguatan infrastruktur distribusi melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) dan beras SPHP (Subsisdi Pangan Harga Penjamin).

Zulhas menjelaskan, Kopdes hadir di tiap desa untuk menyalurkan bantuan beras SPHP dan intervensi pasar. Dengan jaringan koperasi desa yang tersebar, beras bersubsidi dapat langsung didistribusikan tanpa rawan dicampur beras non-subsidi, Jumat (18/7/2025).

Model ini diharapkan menutup celah oknum nakal yang selama ini memanfaatkan rantai pasok panjang untuk mencampur beras murah ke dalam pasokan resmi.

Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah juga akan menindak tegas pelaku beras oplosan hingga ke akar. Zulhas mengimbau masyarakat aktif melaporkan praktik penyalahgunaan agar Satgas Pangan dapat bergerak cepat.

Dengan gabungan penindakan hukum dan sistem distribusi berbasis koperasi desa, harga beras tetap terjangkau dan kualitas terjaga.

Melalui langkah ini, Zulhas optimis praktik oplosan dapat diminimalisir secara permanen. Kopdes bukan hanya saluran distribusi beras SPHP, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan kualitas pangan.

Dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan petugas lapangan menjadi kunci keberhasilan model ini.

Dengan inovasi infrastruktur pangan desa, Indonesia melangkah lebih jauh dalam membangun sistem ketahanan pangan yang adil dan berkelanjutan.[dir]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK