Fakta Nasional

Kornas Pemuda Timur Minta Polri PDTH Oknum Brimob Pelaku Penganiayaan Menewaskan Bocah MTsN Kota Tual

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur (Kornas Pemuda Timur) Sandri Rumamama angkat bicara soal kasus penganiayaan bocah MTsN Tual oleh oknum Brimob Polda Maluku. Sandri yang dikenal vokal soal Polri menyesalkan kej…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 23 February 2026 📖 1 menit
Kornas Pemuda Timur Minta Polri PDTH Oknum Brimob Pelaku Penganiayaan Menewaskan Bocah MTsN Kota Tual

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur (Kornas Pemuda Timur) Sandri Rumamama angkat bicara soal kasus penganiayaan bocah MTsN Tual oleh oknum Brimob Polda Maluku.

Sandri yang dikenal vokal soal Polri menyesalkan kejadian ini, namun ia berpandangan bahwa institusi Polri jangan digiring dengan isu miring soal perisitiwa tersebut karena itu murni prilaku oknum Brimob. Bukan perintah atasan ataupun institusi Polri.

"Saya marah, korban ini saudara saya, pastinya kita akan kawal kasus ini. Namun publik jangan makan bubur panas lalu mempolitisir persoalan ini untuk merusak citra Polri. Itu jangan," ungkap Sandri Rumanama.

Sandri yang juga Founder Kontra Narasi mendesak agar pelaku penganiyaan harus diberikan sanksi berat, dan sesegera mungkin dipecat atau diberi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PDTH).

"Kami minta agar pelaku di PDTH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat) karena menghilangkan nyawa orang lain adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan," tukas Sandri.

Namun di sisi lain dia beri apresiasi atas langkah Polda Maluku yang cekatan dan transparan dalam penanganan kasus ini.

"Kami ini bekerja untuk perbaikan Polri, jadi pelaku harus di PDTH sebagai putra Maluku saya memberi apresiasi kepada Kapolda dan jajaran yang kerja cepat dan transparan dalam kasus ini," ungkapnya.

Selaku aktivis nasional asal Maluku, Sandri sudah berkordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda Maluku) Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto.

"Saya sudah menghubungi kapolda langsung dan beliau sudah menyampaikan permohonan maaf atas nama institusi kepada keluarga korban dan masyarakat, beliau berjanji akan menangani kasus ini dengan serius dan tranaparan," ungkap Sandri.

Terakhir, Sandri berharap agar mentalitas personil Polri khususnya Brimob bisa menjadi perhatian khusus agar kedepan lebih humanis dan persuasif dalam penanganan aksi apapun itu.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK