Fakta Nasional

KPK Bidik Keaslian 55 Kilogram Platinum Milik Eks Bupati Langkat

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah bekerja keras memverifikasi keaslian 55 kilogram keping logam platinum yang disita dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mantan Bupati Langkat periode 2025-2030, Syah Afandin.…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 14 July 2026 📖 1 menit
KPK Bidik Keaslian 55 Kilogram Platinum Milik Eks Bupati Langkat
Penyidik KPK resmi menetapkan Kepala Kantor Bea Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus suap di lingkungan DJBC Kemenkeu, Kamis (23/7/2026)./(Ist)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah bekerja keras memverifikasi keaslian 55 kilogram keping logam platinum yang disita dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mantan Bupati Langkat periode 2025-2030, Syah Afandin.

Temuan berharga tersebut didapati penyidik tersimpan di dalam kendaraan pribadi sang bupati.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, pada Senin (13/7/2026) mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi formal dengan para pakar dari PT Antam dan Pegadaian.

Langkah ini diambil untuk memastikan nilai ekonomis kepingan logam tersebut yang ditaksir sangat fantastis. Mengacu pada data pasar saat ini, harga platinum per gram berkisar antara Rp1,6 juta hingga Rp2 juta.

Mengingat jumlahnya mencapai 55 keping, KPK menduga aset ini berkaitan dengan kasus suap proyek yang menjerat Syah Afandin dan tim suksesnya, Yaqub Abdhal Al Mu'arif.

Kasus ini tidak hanya melibatkan suap proyek, tetapi juga gratifikasi senilai Rp3,5 miliar terkait mutasi jabatan di Dinas Pendidikan dan pengangkatan kepala sekolah di Kabupaten Langkat.

"Ketika jabatan diperdagangkan, masa depan pendidikan anak-anaklah yang dipertaruhkan," tegas Taufik.

Saat ini, para tersangka telah ditahan di Rutan KPK selama 20 hari ke depan guna mendalami pelanggaran UU Tipikor yang disangkakan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK