Fakta Nasional

KPK Bongkar Modus Baru Korupsi Proyek Fiktif di PT PP

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus baru dalam kasus dugaan korupsi proyek di divisi Engineering Procurement and Construction (EPC) PT Pembangunan Perumahan (PP). Menurut juru bicara KPK, Budi Prasetyo, t…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 18 October 2025 📖 1 menit
KPK Bongkar Modus Baru Korupsi Proyek Fiktif di PT PP
Penggeledahan dilakukan guna mencari bukti tambahan pasca-OTT kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA dan gratifikasi tahun 2022-2026./zul-fkn.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus baru dalam kasus dugaan korupsi proyek di divisi Engineering Procurement and Construction (EPC) PT Pembangunan Perumahan (PP). Menurut juru bicara KPK, Budi Prasetyo, terdapat praktik penyalahgunaan identitas untuk pencairan dana proyek fiktif.

“Nama-nama pegawai harian lepas digunakan untuk membuat subkontraktor fiktif demi pencairan proyek,” ujar Budi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025).

KPK hari ini memeriksa empat saksi terkait penyidikan kasus tersebut, di antaranya Danang Adi Setiadji, Junaidi Heriyanto, Darmawan Surya Kusuma, dan Sholikul Hadi yang masing-masing menjabat sebagai manajer proyek di berbagai wilayah.

KPK Dalami Aliran Dana Korupsi
Menurut Budi, pemeriksaan difokuskan untuk menelusuri aliran dana dari proyek-proyek EPC yang diduga tidak pernah dikerjakan secara nyata. Lembaga antirasuah itu memastikan akan menindak tegas siapapun yang terlibat, baik pihak internal maupun eksternal perusahaan.

KPK menegaskan, praktik seperti ini menjadi contoh lemahnya sistem pengawasan internal pada sejumlah proyek pemerintah. Upaya penegakan hukum diharapkan dapat menjadi peringatan keras bagi perusahaan pelat merah agar memperketat mekanisme verifikasi data dan transparansi pelaksanaan proyek.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK