Fakta Nasional

KPK Dalami Korupsi Rumah Jabatan DPR, Dua Saksi Diperiksa

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pendalaman kasus dugaan korupsi pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR tahun anggaran 2020. Perkembangan terbaru, KPK memanggil dan memeriksa du…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 27 November 2025 📖 1 menit
KPK Dalami Korupsi Rumah Jabatan DPR, Dua Saksi Diperiksa
Gedung KPK - KPK menetapkan Wamen Imipas Silmy Karim dan sejumlah pejabat imigrasi sebagai tersangka skandal pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar/(ist/fkn)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pendalaman kasus dugaan korupsi pengadaan sarana kelengkapan rumah jabatan anggota DPR tahun anggaran 2020. Perkembangan terbaru, KPK memanggil dan memeriksa dua saksi dari PT Dwitunggal Bangun Persada, yakni Direktur Juanda Hasurungan Sidabutar dan pegawainya, Agus Hikmat. Pemeriksaan ini dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, 25 November 2025.

Tersangka Utama Belum Ditahan, Menunggu Hitungan Kerugian Negara

Kasus yang ditaksir merugikan negara hingga puluhan miliar Rupiah ini telah menetapkan tujuh tersangka sejak Maret 2024. Salah satu tersangka utama adalah Indra Iskandar selaku Pengguna Anggaran (PA) di Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR, yang juga sempat beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik. Meskipun status tersangka sudah ditetapkan, ketujuh orang tersebut belum dilakukan penahanan.

Kerugian Puluhan Miliar dan Bukti Disita

KPK menjelaskan bahwa penahanan terhadap para tersangka, termasuk Juanda Hasurungan Sidabutar, masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebelumnya, KPK telah melakukan penggeledahan di Kantor Setjen DPR dan menyita berbagai bukti penting, seperti dokumen proyek, alat elektronik, dan bukti transaksi keuangan, untuk memperkuat berkas perkara.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK