Fakta Nasional

KPK Gandeng Guru PAUD Yogyakarta Tanamkan Fondasi Integritas Antikorupsi Sejak Dini

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat fondasi pendidikan antikorupsi dengan menggelar ruang belajar kolaboratif bagi para guru PAUD di Yogyakarta. Inisiatif ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 08 December 2025 📖 1 menit
KPK Gandeng Guru PAUD Yogyakarta Tanamkan Fondasi Integritas Antikorupsi Sejak Dini
Gedung KPK - KPK menetapkan Wamen Imipas Silmy Karim dan sejumlah pejabat imigrasi sebagai tersangka skandal pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar/(ist/fkn)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperkuat fondasi pendidikan antikorupsi dengan menggelar ruang belajar kolaboratif bagi para guru PAUD di Yogyakarta. Inisiatif ini dilaksanakan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025.

Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief, menyatakan forum ini adalah wadah bagi guru untuk berbagi metode kreatif dalam menanamkan nilai-nilai dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian pada anak usia dini. KPK menekankan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan edukasi yang kuat, bukan hanya penindakan, dilansir pada 8 Desember 2025.

Peran Krusial Guru dalam Pembentukan Karakter

Amir Arief menegaskan bahwa karakter moral mulai terbentuk kuat pada masa usia dini, membuat peran guru sangat vital dalam pembangunan fondasi integritas. KPK hadir sebagai mitra strategis, bukan sekadar pemberi instruksi, untuk memperluas edukasi antikorupsi dengan pendekatan yang akrab dengan keseharian anak.

Literasi Antikorupsi Melalui Media Film

Salah satu pendekatan edukasi yang digunakan adalah melalui media film. Beberapa organisasi pendidik PAUD mengikuti pemutaran tiga film pilihan dari festival film antikorupsi, yang mengangkat nilai-nilai penting seperti kejujuran, kemandirian, dan keadilan. Tujuannya adalah memperluas literasi antikorupsi yang inklusif, termasuk melihat dampak korupsi secara lebih luas.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK