KPK Ingatkan Parpol: Jangan Beri Karpet Merah untuk Koruptor
FAKTANASIONAL.NET - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, melayangkan imbauan tegas kepada seluruh partai politik agar lebih selektif dalam mengusung kader. Pernyataan ini muncul menanggapi fenomena masuknya mantan narapidana ka…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, melayangkan imbauan tegas kepada seluruh partai politik agar lebih selektif dalam mengusung kader.
Pernyataan ini muncul menanggapi fenomena masuknya mantan narapidana kasus korupsi ke dalam struktur partai politik tertentu, seperti mantan Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, yang dikabarkan bergabung dengan PSI.
Menurut Setyo, rekrutmen kader bukan sekadar urusan elektoral, melainkan cerminan dari komitmen partai terhadap masa depan bangsa.
"Diharapkan kader itu adalah orang-orang yang memiliki integritas," tegas Setyo usai peresmian Halte Setiabudi Integritas di Jakarta, Minggu (21/6).
Ia menekankan bahwa setiap produk kebijakan, mulai dari pembangunan hingga hukum, sangat bergantung pada karakter orang yang menduduki jabatan publik. Jika integritas diabaikan, masyarakat luas yang akan menanggung dampak buruknya.
Menyikapi kritik publik terkait bergabungnya residivis kasus gratifikasi pertambangan nikel senilai Rp4,3 triliun tersebut, Setyo memilih untuk menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada masyarakat.
KPK memandang masyarakat sebagai pengawas eksternal yang paling jujur dalam melihat rekam jejak politisi.
Setyo berharap partai politik sadar bahwa ekspektasi publik terhadap tata kelola partai semakin tinggi. Di tengah upaya pemberantasan korupsi, partai seharusnya menjadi pilar integritas, bukan justru menjadi penampung bagi mereka yang terbukti telah merugikan keuangan negara.
Baginya, komitmen terhadap integritas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam sistem demokrasi yang sehat.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.