Fakta Nasional

KPK Kawal Program Kopdes Merah Putih: Fokus Cegah Potensi Penyimpangan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Meski diwarnai polemik, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa lembaga antirasuah tersebut…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 25 February 2026 📖 1 menit
KPK Kawal Program Kopdes Merah Putih: Fokus Cegah Potensi Penyimpangan
KPK menemukan indikasi TPPU dari kasus Silmy Karim./(ist/fkn)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dukungannya terhadap keberlanjutan program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Meski diwarnai polemik, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa lembaga antirasuah tersebut terus memantau jalannya program dari sisi pencegahan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa inisiatif strategis pemerintah tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa tanpa ada celah korupsi.

Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, KPK menggunakan instrumen Risk Corruption Assessment (RCA). Metode ini memungkinkan KPK untuk memetakan potensi risiko korupsi sejak dini dalam pelaksanaan program.

Setyo menjelaskan bahwa pendekatan pencegahan jauh lebih efektif untuk menghindari terjadinya permasalahan hukum di kemudian hari, sehingga program nasional dapat berjalan sesuai koridor yang ditetapkan.

KPK mengapresiasi langkah pemerintah yang responsif terhadap berbagai kritik dan isu yang muncul di publik terkait Kopdes Merah Putih.

Dengan adanya komunikasi yang terbuka, KPK memilih untuk menunggu langkah-langkah lanjutan dari kementerian terkait sambil tetap memberikan pengawalan ketat.

Keyakinan penuh diletakkan pada komitmen pemerintah untuk menjaga integritas program agar tidak menyimpang dari tujuan awal pembentukannya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK