Fakta Nasional

KPK Lacak Jejak Dana Suap Muara Enim ke Pucuk Pimpinan BPK

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah tancap gas mendalami potensi aliran dana gelap dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim menuju petinggi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Langkah progresif ini diambil merespons pengakuan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 12 June 2026 📖 1 menit
KPK Lacak Jejak Dana Suap Muara Enim ke Pucuk Pimpinan BPK
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah tancap gas mendalami potensi aliran dana gelap dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim menuju petinggi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Langkah progresif ini diambil merespons pengakuan mengejutkan dari Titin Rita Lestari, Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatra Selatan yang kini berstatus tersangka.

Dilansir dari detik, Titin bersikeras menolak tuduhan menerima suap dan mengklaim dirinya hanya bertindak sebagai pelaksana atas instruksi berjenjang dari atasannya. Pernyataan berani ini langsung menjadi amunisi baru bagi penyidik lembaga antirasuah.

Plt Deputi Penindakan KPK, Achmad Taufik Husein, pada Kamis (11/6/2026) di Jakarta, menegaskan bahwa kesaksian Titin akan menjadi materi krusial dalam pemeriksaan lanjutan. Pihaknya berjanji akan mengonfirmasi silang seluruh klaim tersebut dengan bukti-bukti sahih di lapangan guna memperlihatkan kebenaran yang sesungguhnya.

"Tentunya pasti akan kami dalami. Kami akan lihat dokumen elektronik maupun dokumen susulan yang diamankan penyidik," ujar Taufik secara gamblang. Ia menyadari bahwa membongkar konspirasi korupsi yang bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) mustahil diselesaikan dalam kurun waktu 1x24 jam saja.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada tersangka Augusz Dewanggara alias Angga, sosok swasta yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Anggota BPK V, Bobby Adhityo Rizaldi.

Fakta mencengangkan terungkap bahwa Angga sebelumnya berstatus sebagai staf ahli Bobby kala masih menduduki kursi DPR RI Fraksi Golkar. KPK kini menginvestigasi apakah posisi strategis tersebut tetap dipertahankan saat Bobby beralih ke BPK.

Pusaran rasuah ini disinyalir bermuara pada upaya Pemkab Muara Enim memanipulasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Keuangan Tahun Anggaran 2025.

Dana suap diduga berasal dari kantong Fika dan Cory, vendor proyek Smart Board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yang sengaja digelontorkan untuk mengamankan posisi perusahaan mereka sekaligus menyogok oknum auditor.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK