KPK Ogah Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Depan Meleset Lagi
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, sebagai saksi dalam perkara dugaan suap dan penerimaan lainnya di…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan ulang pemeriksaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, sebagai saksi dalam perkara dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian ATR/BPN.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan tersebut direncanakan berlangsung pekan ini. Surat panggilan pemeriksaan telah dikirimkan kepada Nusron.
Dengan demikian, Nusron dinilai memiliki waktu untuk mengatur jadwal agar dapat memenuhi panggilan penyidik.
“Untuk saudara NW selaku Menteri ATR/BPN, penyidik menjadwalkan ulang pemeriksaannya di pekan ini,” kata Budi kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Budi meyakini Nusron akan bersikap kooperatif dan hadir untuk memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik.
“Surat sudah disampaikan, artinya saudara NW punya cukup waktu untuk melakukan pengaturan jadwal sehingga kami meyakini pada saatnya nanti yang bersangkutan akan hadir kooperatif, memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan-keterangan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Menurut Budi, kehadiran Nusron diharapkan dapat mendukung kelancaran penanganan perkara serta membantu penyidik mengungkap kasus secara menyeluruh.
“Sehingga proses penanganan perkara di ATR/BPN ini juga berproses secara positif dan tentunya kita semua mengharapkan proses penegakan hukum yang efektif,” sambungnya.
Saat ditanya mengenai kepastian hari pemeriksaan, Budi belum mengungkapkan tanggalnya. Ia memastikan penyidik telah mengirimkan surat panggilan dan menjadwalkan pemeriksaan pada pekan ini.
“Untuk detail harinya nanti kami akan sampaikan pada waktunya. Yang pasti surat sudah dikirimkan oleh penyidik dan dijadwalkan di pekan ini," kata Budi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.