Fakta Nasional

KPK Panggil 4 Pegawai Antam Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Anoda Logam dengan PT Loco Montrado

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah pegawai PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kerja sama pengolahan anoda logam antara Antam dan PT Loco Montrado (LM). Jurubicar…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 13 October 2025 📖 2 menit
KPK Panggil 4 Pegawai Antam Terkait Dugaan Korupsi Kerja Sama Anoda Logam dengan PT Loco Montrado
Penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua tersangka baru dari pihak swasta terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan tahun 2023-2024./Zul-Fkn.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah pegawai PT Aneka Tambang (Antam) Tbk dalam penyidikan kasus dugaan korupsi kerja sama pengolahan anoda logam antara Antam dan PT Loco Montrado (LM).

Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa empat orang saksi dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini, Senin, 13 Oktober 2025, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

“Pemeriksaan akan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih,” ujar Budi kepada wartawan.

Empat pegawai yang dipanggil penyidik antara lain:

  • Abisetyo Arrozaq Wijaya, Financial Reporting and Costing Manager di kantor pusat Antam, yang sebelumnya menjabat Accounting, Tax, and Budgeting Manager di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia Antam.
  • Ade Prasetyo, Quality Internal Audit and Development Program Specialist di divisi audit internal Antam.
  • Adrian Pratama, Quality Management Assurance Assistant Manager UBPP Logam Mulia Antam periode 2016–2018.
  • Agung Kusumawardhana, Project Management Office Engineer Antam, sekaligus mantan Silver Refinery Assistant Manager UBPP Logam Mulia periode 2014–2018.
Keempatnya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait mekanisme kerja sama operasional dan pengelolaan keuangan dalam proyek pengolahan anoda logam yang diduga menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp100 miliar.

Kasus ini juga menyeret nama Siman Bahar, Direktur Utama PT Loco Montrado, yang kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Senin, 5 Juni 2023.

Penetapan ini merupakan kelanjutan dari Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor Sprin.Dik/40/DIK.00/01/08/2021 tertanggal 19 Agustus 2021. Namun, status tersangka Siman sempat dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan melalui putusan praperadilan pada 27 Oktober 2021.

Siman Bahar Sudah Beberapa Kali Diperiksa

Siman Bahar tercatat telah beberapa kali menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK.

Pada Kamis, 4 Mei 2023, ia diperiksa selama delapan jam sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp100,7 miliar.

Namun, pada 17 Oktober 2024, Siman tidak memenuhi panggilan KPK dengan alasan sakit. Ia kemudian diperiksa kembali oleh penyidik pada 20 Mei 2025, saat sedang dirawat di RS Bethsaida, Gading Serpong, Tangerang.

Kondisinya yang belum pulih membuat KPK belum melakukan upaya paksa berupa penahanan hingga saat ini.

Sebagai bagian dari proses penyidikan, KPK telah menyita sejumlah aset milik pihak terkait, termasuk tanah dan bangunan seluas 5.000 meter persegi di Jawa Timur yang digunakan sebagai pabrik dan fasilitas produksi, dengan nilai mencapai Rp100 miliar.

Selain itu, KPK juga telah menyita uang Rp100,7 miliar yang disetorkan ke rekening penampungan lembaga antikorupsi tersebut sebagai titipan pengganti kerugian negara.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan di sektor pertambangan dan pengolahan logam mulia milik negara.
KPK menegaskan, penyidikan ini bertujuan memperkuat transparansi dan akuntabilitas tata kelola BUMN, terutama dalam proyek strategis yang melibatkan kerja sama dengan pihak swasta.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK