Fakta Nasional

KPK Perluas Penyidikan Kasus ASDP: Fokus pada Prinsip Kehati-hatian Bank BUMN

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus mendalami aspek pemberian pinjaman oleh bank BUMN yang digunakan oleh PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengakuisisi PT Jembatan Nusantara (JN). Pendalaman ini tetap b…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 16 December 2025 📖 1 menit
KPK Perluas Penyidikan Kasus ASDP: Fokus pada Prinsip Kehati-hatian Bank BUMN
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus mendalami aspek pemberian pinjaman oleh bank BUMN yang digunakan oleh PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengakuisisi PT Jembatan Nusantara (JN). Pendalaman ini tetap berjalan meskipun tiga mantan direksi ASDP telah dibebaskan dan direhabilitasi. Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengonfirmasi bahwa pinjaman bank pelat merah tersebut merupakan materi utama dalam penanganan perkara ini, 16 Desember 2025.

Sorotan pada Kelayakan Proyek dan Agunan

Fokus utama pendalaman KPK adalah pada aspek kehati-hatian (prudence) pihak perbankan saat menyalurkan kredit. KPK mempertanyakan kelayakan proyek akuisisi PT JN, yang diduga merupakan perusahaan bermasalah dengan aset kapal tua dan tanggungan utang yang kini ditanggung ASDP. Selain itu, KPK menyoroti keharusan bank untuk melakukan pengecekan mendalam terhadap nilai jaminan (kolateral) yang diserahkan, termasuk 54 kapal milik JN, sebelum pinjaman disalurkan.

Kasus Tetap Berlanjut Meski Eks Direksi Bebas

Meskipun mantan Direktur Utama Ira Puspadewi dan dua direksi lainnya telah divonis dan kemudian dibebaskan setelah mendapat rehabilitasi, KPK menegaskan bahwa penanganan kasus ini belum usai. KPK masih memiliki pekerjaan rumah, yakni menyeret Adjie, pemilik PT JN, yang hingga saat ini masih berstatus sebagai tersangka. Pendalaman peran bank BUMN menjadi kunci untuk mengungkap potensi kerugian negara yang lebih luas dari skema pinjaman dan akuisisi yang bermasalah.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK