Fakta Nasional

KPK Selidiki Komunikasi Eks Wamen Imipas Silmy Karim dengan Bos 'Kampung Rusia'

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami adanya komunikasi antara mantan Wakil Menteri Imipas, Silmy Karim, dengan Andrej Frey, seorang warga negara Jerman yang dikenal sebagai bos kawasan wisata PARQ Ubud atau yang ke…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 09 June 2026 📖 1 menit
KPK Selidiki Komunikasi Eks Wamen Imipas Silmy Karim dengan Bos 'Kampung Rusia'
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami adanya komunikasi antara mantan Wakil Menteri Imipas, Silmy Karim, dengan Andrej Frey, seorang warga negara Jerman yang dikenal sebagai bos kawasan wisata PARQ Ubud atau yang kerap disebut 'Kampung Rusia'.

Penyelidikan ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan kasus yang menjerat Silmy Karim sebagai tersangka pemerasan dan gratifikasi.

Plt Direktur Penyidikan KPK, Taufik Ahmad Husein, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (8/6/2026), mengonfirmasi temuan tersebut.

Meski enggan membeberkan substansi percakapan secara detail demi menjaga proses penyidikan, Taufik menegaskan bahwa keterkaitan Silmy dengan Andrej Frey menjadi fokus utama tim penyidik. "Apakah ini masuk dalam modus pemerasan yang dilakukan SK (Silmy Karim), itu sedang kami kembangkan," ujarnya.

Andrej Frey sendiri bukanlah sosok asing bagi aparat penegak hukum di Indonesia. Pada Januari 2025, ia telah ditangkap oleh Polda Bali karena diduga terlibat dalam pelanggaran alih fungsi lahan pertanian yang dilindungi di kawasan Ubud.

Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya sebelumnya mengungkapkan bahwa Frey berperan sebagai direktur di beberapa perusahaan properti besar yang mengelola lahan tersebut, yang kemudian menuai protes keras dari masyarakat setempat karena mengabaikan aturan lingkungan dan tata ruang.

Sementara itu, kasus yang menjerat Silmy Karim melibatkan delapan tersangka lainnya, termasuk pejabat tinggi di Ditjen Imigrasi seperti Saffar Muhammad Godam dan Jaya Saputra.

Dalam penggeledahan, penyidik KPK berhasil menyita berbagai barang bukti bernilai tinggi, mulai dari uang tunai dalam mata uang asing (dolar AS dan Singapura), logam mulia, hingga sejumlah kendaraan mewah sebagai aset hasil tindak pidana.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK