Fakta Nasional

KPK Telusuri Aliran Dana CSR BI dan OJK ke Yayasan Milik Anggota DPR

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki aliran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diduga mengalir ke yayasan milik anggota DPR, Satori…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 08 September 2025 📖 1 menit
KPK Telusuri Aliran Dana CSR BI dan OJK ke Yayasan Milik Anggota DPR
Gedung KPK - KPK menetapkan Wamen Imipas Silmy Karim dan sejumlah pejabat imigrasi sebagai tersangka skandal pemerasan izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar/(ist/fkn)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki aliran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diduga mengalir ke yayasan milik anggota DPR, Satori (ST). Penyidikan ini berawal dari laporan PPATK dan aduan masyarakat terkait penyalahgunaan dana CSR periode 2020-2023.

Pada Selasa (2/9/2025), KPK memeriksa 12 saksi di Polresta Cirebon. Mereka terdiri dari staf administrasi, pengurus yayasan, teller bank, hingga tenaga ahli Satori. Keterangan saksi diperlukan untuk menelusuri bagaimana dana CSR dikelola dan disalurkan ke yayasan yang diduga terafiliasi dengan tersangka.

Sebelumnya, KPK telah menggeledah Gedung Bank Indonesia dan Kantor OJK pada Desember 2024 untuk mencari bukti. Hasil temuan akan digunakan untuk menghitung kerugian negara akibat penyalahgunaan dana CSR tersebut. Selain Satori, KPK juga menetapkan Heri Gunawan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan terhadap dana CSR agar tepat sasaran dan tidak digunakan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.[dit]

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK