Fakta Nasional

KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer dan Laptop di PT Industri Telekomunikasi Indonesia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus dugaan korupsi terkait Proyek Kerjasama Pengadaan Komputer dan Laptop tahun 2017 - 2018 di PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (PT. INTI) Persero sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Proses pengusuta…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 29 October 2024 📖 1 menit
KPK Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Komputer dan Laptop di PT Industri Telekomunikasi Indonesia
Jubir KPK, Tessa Mahardhika/rri.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kasus dugaan korupsi terkait Proyek Kerjasama Pengadaan Komputer dan Laptop tahun 2017 - 2018 di PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (PT. INTI) Persero sedang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Proses pengusutan kasus dugaan rasuah ini belum lama ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Ihwal pengusutan kasus ini mengemuka dari diperiksanya sejumlah saksi, yakni Direktur Bisnis PT Industri Telekomunikasi Indonesia Tahun 2016 - 2017, Adiaris; Direktur Keuangan PT Industri Telekomunikasi Indonesia 2014 – 2019, Nilawaty Djuanda; dan Senior Account Manager PT Industri Telekomunikasi Indonesia tahun 2017 - 2018, Yani Gustiana.

Lalu, Direktur PT. Mitra Buana Komputindo (MBK) Natalia Gozali dan Direktur PT. Asiatel Globalindo, Victor Antonio Kohar.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih," ujar Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika dalam keterangannya, Senin (28/10/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengsutan dugaan rasuah ini merupakan case building baru yang dilakukan lembaga antirasuah. Sejauh ini baru diterbitkan surat perintah penyidikan (Sprindik) umum dan belum ada pihak yang dijerat sebagai tersangka.

Namun, KPK telah mengantongi nama-nama pihak yang bakal dimintai pertanggungjawaban secara hukum.[rey]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK