Fakta Nasional

KPK Usut Suap Ijon Proyek: Ketua LSM dan Swasta Dipanggil

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap ijon proyek yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Penyidik memanggil tiga orang saksi yang terdiri dari unsur s…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 21 January 2026 📖 1 menit
KPK Usut Suap Ijon Proyek: Ketua LSM dan Swasta Dipanggil
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap ijon proyek yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Penyidik memanggil tiga orang saksi yang terdiri dari unsur swasta dan ketua lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperjelas aliran dana yang melibatkan Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, dilansir pada 21 Januari 2026

Dalam proses penyidikan, KPK sebelumnya telah memeriksa sejumlah politisi penting di Jawa Barat dan anggota DPRD Kabupaten Bekasi. Para saksi dicecar mengenai dugaan aliran uang dari tersangka Sarjan, yang merupakan penyedia paket proyek.

KPK berusaha memetakan bagaimana sistem "ijon" atau pemberian uang di muka ini dilakukan untuk mengamankan paket pekerjaan di dinas-dinas tertentu.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang mengungkap adanya permintaan rutin dari pihak Bupati melalui perantara.

Hingga saat ini, total dana yang diduga diterima oleh Ade Kuswara beserta kroninya mencapai Rp14,2 miliar.

KPK berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini guna membersihkan praktik korupsi dalam proses pengadaan barang dan jasa di tingkat pemerintah daerah.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK