Kreees… Tubuh Kurus Remaja Putri Itu Terlindas Roda Bus Transjakarta
FAKTANASIONAL.NET - Ini tragedi yang sungguh menyayat hati. Ibu dan anak, Asty Dwi Wahyuni (46) dan Nivyatus Silhah (17) berboncengan motor di Tangerang, Senin sore (14/9/2026). Motor tersenggol bus Transjakarta dan, penumpang motor masuk kolong bus…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Ini tragedi yang sungguh menyayat hati. Ibu dan anak, Asty Dwi Wahyuni (46) dan Nivyatus Silhah (17) berboncengan motor di Tangerang, Senin sore (14/9/2026). Motor tersenggol bus Transjakarta dan, penumpang motor masuk kolong bus hingga terlindas ban besar itu.
BACA JUGA
Kecelakaan TransJakarta di Koridor 13: Desakan Audit Total dan Alarm Keselamatan Publik
Sore itu, sekira pukul 16.55 WIB, Asty membonceng putri kesayangannya Nivyatus, menggunakan sepeda motor Honda Beat bernopol B 6584 VMD.
Mereka melaju dari arah barat Jalan Ciledug Raya menuju timur.
Perjalanan yang seharusnya biasa saja itu berubah menjadi mimpi buruk saat mereka tiba di dekat Halte Transjakarta Puri Beta 1, tepatnya di depan gerai Lawson.
Motor yang dikendarai sang ibu berserempetan dengan bodi bus Transjakarta bernopol B 7267 TGC yang dikemudikan oleh Jumedi (34).
BACA JUGA
Gubernur DKI Janjikan Evaluasi Layanan TransJakarta Usai Tiga Kecelakaan dalam Sebulan
Benturan yang tak terhindarkan itu seketika mengundang petaka.
"Akibat gesekan tersebut, sepeda motor menjadi oleng ke kanan," ungkap Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Adiel Aristo, mengurai detik-detik mengerikan tersebut saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026).
Kepanikan dan kehilangan keseimbangan membuat insiden mematikan terjadi dalam hitungan detik.
Asty terpelanting terlempar dari motor.
Nivyatus yang duduk di kursi penumpang justru terlempar ke arah jalur khusus busway.
Di saat bersamaan, roda raksasa Transjakarta masih berputar maju. Cukup cepat. Belum ada tanda pengereman.
Tubuh ramping remaja 17 tahun itu masuk ke kolong bus yang gelap.
Lalu, kreees…. terdengar bunyi tubuh manusia terlindas roda bus. Badan bus sampai terguncang setelah melewati tubuh di aspal jalan itu.
Beberapa detik kemudian Asty menggeliat, sempat melihat kondisi anaknya yang habis terlindas ban bus. Ia langsung pingsan.
Insiden menyayat hati ini bahkan sempat terekam kamera warga dan viral di akun Instagram @tangerangkabarku, memperlihatkan dua korban yang tergeletak lemah di tengah bisingnya jalan raya.
Kedua korban segera dievakuasi petugas menuju RSUD Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan pertolongan.
Namun, takdir berkata lain; tim medis menyatakan Nivyatus telah tiada akibat luka berat dan pendarahan hebat.
Sementara itu, sang ibu selamat namun harus menanggung luka fisik—lecet di dahi dan cedera kaki kiri yang sulit digerakkan—sekaligus luka batin yang tak terperi akibat kehilangan buah hatinya dengan cara tragis.
Kini, aparat kepolisian dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya telah menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mendata saksi, dan mengamankan barang bukti kendaraan.
Di bawah komando pimpinan Unit II, AKP Iwan Ridwan, penyelidikan intensif terus dilakukan demi mencari kepastian hukum dan penyebab pasti dari insiden maut yang mengiris hati ini. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.