Fakta Nasional

Krisis Kepemimpinan, Erick Thohir Diminta Mundur Sebagai Ketum MES

SURABAYA, FAKTANASIONAL.NET — Dua tahun tanpa kepengurusan aktif membuat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) terperosok dalam krisis kepemimpinan. Organisasi yang semestinya menjadi penggerak utama ekonomi syariah nasional itu kini dinilai kehilangan a…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 13 October 2025 📖 2 menit
Krisis Kepemimpinan, Erick Thohir Diminta Mundur Sebagai Ketum MES
Tim 9 Penyelamat MES bertemu dengan Ketua Dewan Pembina MES KH Ma’ruf Amin/Dokpri.
) -->

SURABAYA, FAKTANASIONAL.NET — Dua tahun tanpa kepengurusan aktif membuat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) terperosok dalam krisis kepemimpinan. Organisasi yang semestinya menjadi penggerak utama ekonomi syariah nasional itu kini dinilai kehilangan arah sejak Erick Thohir kembali terpilih sebagai Ketua Umum MES pada 2023.

Kondisi tersebut mendorong munculnya Tim 9 Penyelamat MES, kelompok yang menuntut dua langkah penyelamatan: Erick Thohir diminta mundur dari jabatan ketua umum, serta Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) segera digelar guna memulihkan roda organisasi yang stagnan.

“Sudah dua tahun kepengurusan ini vakum, dan itu sangat berbahaya bagi organisasi sebesar MES,” ujar Prof. Dr. H. Babun Suharto, Ketua PD MES Jember sekaligus juru bicara Tim 9, di Surabaya.

Ia menuturkan, sejak Munas 2023, kepengurusan baru tak kunjung terbentuk sebagaimana amanat AD/ART organisasi. Saat ini MES hanya memiliki pengurus sementara tanpa batas waktu yang pasti.

“Akibatnya, posisi MES di forum-forum internasional menurun tajam. Kita tak lagi menjadi rujukan utama dalam pengembangan ekonomi syariah global,” tegas Babun.

Data internal menunjukkan penurunan signifikan dalam keaktifan organisasi: hanya 67 persen pengurus wilayah (PW), 49 persen pengurus daerah (PD), dan 13 persen pengurus wilayah kabupaten/kota (PWK) yang masih berjalan.

“Semangat kader di bawah tetap besar, tapi kepemimpinan di pusat stagnan,” tambahnya.

Menurut Tim 9, pada Mei 2024 seluruh PW, PD, dan PWK MES telah memberikan tenggat waktu 30 hari kepada ketua umum untuk membentuk kepengurusan definitif. Namun ultimatum itu tidak dijalankan.

“Karena itu, Munaslub adalah satu-satunya jalan keluar. Ini bukan agenda politik, tetapi langkah penyelamatan organisasi,” jelas Babun.

Tim 9 juga telah berkoordinasi dengan Ketua Dewan Pembina MES KH Ma’ruf Amin agar pelaksanaan Munaslub mendapat legitimasi penuh.

Kelompok ini beranggotakan sembilan tokoh dari berbagai daerah, di antaranya Prof. Babun Suharto (Jember), Djafar Muhtar Asiari (Gorontalo), Heru Hidayat (Kalteng), Pinto Wahyudi (Bali), Awaludin Razab (Kalbar), M. Irkham Fukhurudin (Kendal), Harry Maksum (Jabar), Evan Setiawan (Bengkulu), dan Ahmad Wira (Sumbar).

“Kami tidak menentang Erick Thohir sebagai pribadi, tetapi menolak kevakuman yang menghambat pergerakan organisasi,” tegas Babun.

Lebih lanjut, Tim 9 menilai MES seharusnya berperan sebagai motor utama ekonomi syariah Indonesia, menjadi penghubung antara ulama, pengusaha, dan regulator. Namun, dalam dua tahun terakhir, peran strategis itu nyaris tidak terlihat.

“Jika vakum terus berlanjut, Indonesia akan tertinggal dari negara lain dalam arus ekonomi halal global. Padahal, kita seharusnya menjadi pemain utama, bukan sekadar penonton,” ujar Babun.

Tim 9 berharap Munaslub segera digelar agar kepengurusan baru terbentuk dan arah organisasi kembali jelas.

“MES harus bangkit. Kami ingin organisasi ini kembali aktif, solid, dan membawa manfaat nyata bagi penguatan ekonomi umat,” pungkasnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK