Krisis Pangan Mengancam, Prabowo Larang Keras Bulog Banting Harga Beras ke Luar Negeri
FAKTANASIONAL.NET - Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, melontarkan instruksi tegas kepada Perum Bulog mengenai kebijakan tata niaga beras. Beliau secara eksplisit meminta agar otoritas pangan tersebut menjaga ketat stok nasional dan menolak menjual…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, melontarkan instruksi tegas kepada Perum Bulog mengenai kebijakan tata niaga beras.
Beliau secara eksplisit meminta agar otoritas pangan tersebut menjaga ketat stok nasional dan menolak menjual beras dengan harga miring ke pasar internasional.
Langkah preventif ini diambil sebagai respons langsung atas ancaman krisis pangan global yang dikhawatirkan berlangsung dalam tempo lama.
Pernyataan krusial ini disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian operasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Dalam arahannya, Prabowo menyoroti dinamika dunia di mana banyak negara mulai mengetuk pintu Indonesia untuk meminta pasokan beras, terutama setelah beberapa negara produsen utama menghentikan keran ekspor mereka secara mendadak.
Kendati menegaskan Indonesia siap menjulurkan bantuan bagi negara sahabat yang kesulitan, Kepala Negara tetap menjadikan kepentingan domestik sebagai prioritas absolut.
Ka tidak menolak opsi ekspor, namun menetapkan syarat ketat agar kesejahteraan petani lokal tidak dikorbankan. "Kita jual kepada mereka, tapi harganya yang oke lah. Jangan petani kita jadi korban," tegasnya untuk memproteksi rakyat.
Atensi khusus kemudian diarahkan langsung kepada Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Dari atas mimbar, Prabowo menuntut kehati-hatian penuh agar instansi itu tidak sembrono dalam mematok harga ekspor.
"Dirut Bulog mana? Jangan jual terlalu murah ya. Jangan ngetok, tapi jangan jual terlalu murah," sentil Prabowo, menekankan urgensi mengamankan perut rakyat Indonesia terlebih dahulu.
Di balik pesan serius tersebut, Presiden menyempatkan diri menyisipkan kritik satir terkait negosiasi internasional. Ia menyinggung ironi adanya negara pembeli yang masih bermanuver meminta potongan harga besar-besaran di tengah situasi darurat pangan dunia.
"Ada juga yang mau beli beras habis itu minta korting, korting banyak-banyak kortingnya," selorohnya yang sontak memancing gelak tawa riuh dari para hadirin.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.