Fakta Nasional

Kritik AHY Terhadap Tarif Impor Minimal 10% oleh Trump

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengeluarkan pernyataan keras terkait kebijakan terbaru Presiden…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 13 April 2025 📖 1 menit
Kritik AHY Terhadap Tarif Impor Minimal 10% oleh Trump
Agus Harimurti Yudhoyono/(Instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengeluarkan pernyataan keras terkait kebijakan terbaru Presiden Donald Trump yang memberlakukan tarif impor minimal 10% terhadap seluruh produk dari luar negeri.

Menurut AHY, langkah sepihak ini memiliki potensi menghancurkan keseimbangan ekonomi global dengan memecah dunia menjadi dua blok besar, sehingga memicu ketegangan yang tidak hanya bersifat ekonomi, namun juga geopolitik.

Dalam sambutannya di acara panel diskusi TYI, AHY menegaskan bahwa tarif impor minimal 10% tersebut dapat mengakibatkan fragmentasi global.

Di samping berdampak pada pasar global, kebijakan tersebut juga memberikan tekanan berat pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang juga menghadapi kemungkinan penerapan tarif 32% yang meskipun saat ini ditangguhkan, tetap memiliki dampak signifikan pada ekspor.

Dalam situasi yang semakin kompleks ini, AHY menyarankan agar negara-negara bersatu dalam membangun aliansi alternatif yang lebih adil dan tidak mendominasi satu negara saja. Pendekatan semacam ini diyakini dapat menjadi penyeimbang dominasi ekonomi global yang semakin hegemonik.

AHY menekankan pentingnya penguatan struktur ekonomi domestik sebagai respons atas tekanan tarif tersebut. Upaya memperkuat daya saing nasional melalui peningkatan investasi, diversifikasi pasar, dan percepatan hilirisasi menjadi kunci utama.

Pesan yang disampaikan dalam forum diskusi TYI ini mencerminkan keprihatinan mendalam terhadap keberlangsungan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah krisis global.

Selain itu, AHY menyerukan kerja sama multilateral yang tidak diskriminatif sebagai dasar untuk melawan kebijakan proteksionis yang berpotensi memecah belah komunitas internasional.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, diharapkan Indonesia dan mitra strategisnya dapat menyeimbangkan dinamika ekonomi global dengan tegas dan konstruktif.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK