Fakta Nasional

Kritik Keras Presiden Prabowo Subianto pada Kinerja BUMN

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menyoroti buruknya kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proyek infrastruktur fisik, yang dianggapnya kerap lamban dan boros anggaran. Dalam International Conference on Infrastr…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 13 June 2025 📖 1 menit
Kritik Keras Presiden Prabowo Subianto pada Kinerja BUMN
Presiden Prabowo Subianto/(YouTube)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto menyoroti buruknya kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam proyek infrastruktur fisik, yang dianggapnya kerap lamban dan boros anggaran.

Dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JICC pada Kamis, 12 Juni 2025, ia membandingkan efektivitas BUMN dengan perusahaan swasta nasional maupun internasional yang dinilai lebih efisien, tepat waktu, dan hemat biaya.

Prabowo mengkritik pola pikir BUMN yang terlalu bergantung pada Penyertaan Modal Negara (PMN):

“Sering kali BUMN ini merasa kalau kerjanya lambat tidak apa-apa, kalau boros pun tidak apa-apa, karena nanti ada Menteri Keuangan yang akan suntik PMN,” sindirnya.

Menurut Prabowo, perusahaan internasional mampu membukukan keuntungan besar tanpa suntikan modal negara, sehingga lebih mandiri dan kompetitif. Ia mempertanyakan, “Apa ini PMN? Kalau kita tanya perusahaan-perusahaan besar internasional, dia ada enggak PMN?”

Perusahaan swasta, kata Presiden, mengadopsi metode manajemen modern dan teknologi canggih—seperti Building Information Modeling (BIM) dan sistem lean construction—yang meminimalkan pemborosan material serta mempercepat penyelesaian proyek. Sementara itu, birokrasi berlapis dan prosedur internal BUMN masih menjadi kendala utama.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan memberi kemudahan regulasi dan insentif fiskal agar sektor swasta—baik dalam negeri maupun asing—berani terlibat dalam proyek strategis. “Saya arahkan agar peran swasta dalam pembangunan infrastruktur diperbesar. Namun, agar swasta tertarik, pemerintah harus mempermudah pekerjaan mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah kini memiliki dana kas negara yang lebih kuat berkat efisiensi anggaran, sehingga siap berinvestasi riil, bukan sekadar menyetor saham kosong.

Dengan reformasi tata kelola BUMN dan kolaborasi erat dengan sektor swasta, Prabowo optimistis Indonesia dapat mengejar ketertinggalan infrastruktur dan meningkatkan daya saing nasional.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK