Fakta Nasional

Kritik Tajam Hasto Kristiyanto: Demokrasi Indonesia dan Bayang-Bayang Otoritarianisme

FAKTANASIONAL.NET - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyuarakan keprihatinan mendalam terkait arah demokrasi di tanah air. Dalam sebuah diskusi nasional di Jakarta, Hasto mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak keluhan dari masyarakat sipil mengen…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 12 March 2026 📖 1 menit
Kritik Tajam Hasto Kristiyanto: Demokrasi Indonesia dan Bayang-Bayang Otoritarianisme
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto usai diperiksa KPK pada awal Januari 2025 lalu/rri

FAKTANASIONAL.NET - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyuarakan keprihatinan mendalam terkait arah demokrasi di tanah air.

Dalam sebuah diskusi nasional di Jakarta, Hasto mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak keluhan dari masyarakat sipil mengenai rentetan revisi undang-undang yang dinilai kontroversial, 11 Maret 2026.

Ia menyoroti perubahan pada UU TNI, UU KPK, hingga UU Mahkamah Konstitusi yang dianggap berjalan "mulus" tanpa perdebatan publik yang memadai.

Mengutip pemikiran tokoh kebhinekaan Sukidi, Hasto menilai bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi gejala authoritarian populism.

Fenomena ini ditandai dengan penggunaan hukum sebagai alat pembenar atas tindakan yang sebenarnya mencederai kaidah demokrasi.

Ia merasa ada kekuatan besar di balik layar yang berusaha menggeser semangat reformasi demi kepentingan kekuasaan tertentu, yang membuat publik mulai bertanya tentang urgensi "Reformasi 2.0".

Dalam refleksinya, Hasto menceritakan pengalamannya membaca literatur klasik seperti "How Democracies Die" karya Steven Levitsky saat berada di tahanan.

Menurutnya, rangkaian perubahan regulasi di berbagai sektor, termasuk BUMN, menunjukkan adanya pengingkaran terhadap semangat reformasi 1998.

Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada terhadap segala bentuk kekuatan yang berpotensi mematikan sendi-sendi demokrasi yang telah dibangun susah payah.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK