Fakta Nasional

Kritik Tajam Rocky Gerung di Jogja: Jangan Biarkan Nalar Publik Dirampas

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Yogyakarta kembali menjadi panggung pemikiran kritis saat pengamat politik Rocky Gerung hadir dalam Public Lecture Series di Embung Giwangan. Dalam orasinya, Rocky menekankan pentingnya menjaga marwah Yogyakarta sebagai…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 17 February 2026 📖 1 menit
Kritik Tajam Rocky Gerung di Jogja: Jangan Biarkan Nalar Publik Dirampas
Misteri Wanita Berbalut Hitam yang Digandeng Rocky Gerung di Resepsi Luna Maya/(instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Yogyakarta kembali menjadi panggung pemikiran kritis saat pengamat politik Rocky Gerung hadir dalam Public Lecture Series di Embung Giwangan.

Dalam orasinya, Rocky menekankan pentingnya menjaga marwah Yogyakarta sebagai benteng intelektual.

Ia memperingatkan agar tradisi berdebat secara akademis di kota pelajar ini tidak tergerus oleh kepentingan politik pragmatis yang hanya mengejar kekuasaan jangka pendek.

Rocky menyoroti ketimpangan dalam dunia pendidikan saat ini. Ia menyebut Indonesia sedang mengalami fenomena "surplus ijazah namun defisit nilai," di mana banyak lulusan doktor (S3) justru tidak terserap di ruang gagasan karena sistem yang dikuasai oleh para makelar kekuasaan atau dealers.

Menurutnya, struktur teknokratis saat ini lebih mementingkan angka-angka formalitas ketimbang kualitas pemikiran yang solutif bagi bangsa.

Terkait maraknya aksi massa, Rocky menilai demonstrasi adalah respons natural ketika ruang diskusi di universitas tersumbat.

Jika pemerintah menganggap demonstrasi berbahaya, maka sejatinya pemerintah sendirilah yang menciptakan kondisi tersebut dengan menutup kanal partisipasi formal.

Baginya, menjaga Jogja tetap kritis adalah cara terbaik untuk melawan otoritarianisme yang mulai merangkak naik di berbagai lini kehidupan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK