Langkah BPOM Hadapi Dampak El Nino
BPOM memperketat pengawasan keamanan pangan nasional hingga awal 2027 untuk mengantisipasi fenomena El Nino yang kuat. Langkah ini diambil guna mencegah cemaran dan pemalsuan pangan menjelang akhir tahun.
FAKTANASIONAL.NET - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menegaskan komitmen lembaganya dalam memperketat pengawasan mutu pangan. Kebijakan ini diambil untuk menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta pada hari Rabu, 28 Oktober 2026. Menurut Taruna, suhu ekstrem serta kemarau panjang sangat mengancam integritas rantai pasokan pangan nasional.
Dalam menjaga ketahanan pangan, BPOM telah memetakan empat titik kritis utama. Titik pertama berkaitan dengan risiko pemalsuan atau pengoplosan akibat kelangkaan stok. Titik kedua adalah cemaran kimia berupa pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin pada komoditas jagung dan kacang tanah. Titik ketiga mencakup kerusakan fisik karena suhu tinggi. Sementara itu, titik keempat menyoroti masalah sanitasi akibat keterbatasan pasokan air bersih.
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, BPOM mengusulkan pemeriksaan mutu yang lebih ketat pada cadangan beras pemerintah. Langkah ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional serta Perum Bulog sebelum beras disalurkan ke masyarakat.
Selain itu, BPOM secara rutin mengambil sampel pada komoditas rentan seperti ayam, telur, ikan, dan sayuran di wilayah rawan kekeringan. Hingga Oktober 2026, lembaga ini juga telah menerbitkan 1.074 Sertifikat Sistem Manajemen Keamanan Pangan Olahan guna memperkuat standar industri.
Pemerintah secara keseluruhan terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stok beras nasional saat ini berada di tingkat tertinggi sepanjang sejarah. Meski demikian, pemerintah tetap waspada terhadap kenaikan harga komoditas lain seperti cabai akibat gagal panen di sentra produksi.
Melalui operasi pasar serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Pengawasan distribusi yang ketat juga akan terus dijalankan demi menjaga keterjangkauan harga pangan di berbagai daerah.[ayu]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.