Lapas Muara Tebo Gelar CKG dan Skrining Rontgen Dada Untuk Warga Binaan
FAKTANASIONAL.NET - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Tebo melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) menggunakan pemeriksaan rontgen dada bagi warga binaan setempat. Kegiatan tersebut dilaksanakan d…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Tebo melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) menggunakan pemeriksaan rontgen dada bagi warga binaan setempat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan Lapas Muara Tebo bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo sebagai bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan kesehatan warga binaan.
Kepala Lembaga pemasyarakatan (Kalapas) Muara Tebo, Mukhlisin Fardi mengatakan, pelaksanaan CKG dan skrining TB dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan secara lebih dini, khususnya dalam mendeteksi kemungkinan adanya gejala atau indikasi penyakit Tuberkulosis.
"Pemeriksaan dilakukan melalui tahapan pelayanan kesehatan dan pemeriksaan rontgen dada oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo," katanya, Rabu (16/9).
Dia melanjutkan kegiatan ini menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan Lapas yang sehat. Mengingat kondisi hunian yang dihuni oleh banyak orang, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting untuk mencegah penyebaran penyakit menular serta memastikan warga binaan memperoleh akses pelayanan kesehatan yang memadai.
"Kita terus berupaya bagaimana dapat menciptakan lingkungan Lapas yang sehat," kata dia.
Kasi Binadik dan Giatja Lapas Muara Tebo, Sudomo, mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo dalam pelaksanaan cek kesehatan gratis dan skrining TB ini. Pemeriksaan secara dini sangat penting agar kondisi kesehatan warga binaan dapat diketahui dan apabila ditemukan adanya indikasi penyakit, dapat segera dilakukan penanganan sesuai prosedur,” tutup Sudomo.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.