Fakta Nasional

Lawan Disinformasi, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Ada Celah bagi Kekerasan Seksual

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengambil sikap tegas terhadap maraknya konten disinformasi yang menyerang pribadinya di media sosial. Dalam keterangan resmi yang dirilis Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag pada Rabu (…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 07 May 2026 📖 1 menit
Lawan Disinformasi, Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Tak Ada Celah bagi Kekerasan Seksual
Menag Nasaruddin Umar - Kemenag memastikan insentif sebesar Rp 1,5 juta akan ditransfer langsung ke rekening guru mulai akhir Juni ini./(Instagram)

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengambil sikap tegas terhadap maraknya konten disinformasi yang menyerang pribadinya di media sosial.

Dalam keterangan resmi yang dirilis Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag pada Rabu (6/5/2026), Menag menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan dan pelecehan—baik fisik, verbal, maupun seksual—merupakan musuh bersama yang tidak akan mendapatkan toleransi sedikit pun di bawah kepemimpinannya.

Nasaruddin mengungkapkan bahwa serangan hoaks yang sengaja di-framing untuk menyudutkan dirinya tidak akan menyurutkan langkah kementerian dalam membenahi moralitas lembaga pendidikan. Sebagai seorang pemimpin dan manusia, ia merasa bertanggung jawab menjaga martabat kemanusiaan.

"Lembaga pendidikan agama harus menjadi tempat paling aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan menjadi contoh masyarakat yang ideal," ujarnya di Jakarta.

Guna memitigasi penyimpangan di lingkungan pendidikan keagamaan, Kementerian Agama telah memperkuat mekanisme pengawasan secara sistematis. Salah satu langkah konkretnya adalah pembentukan Satuan Pembinaan Pondok Pesantren.

Unit ini dirancang untuk berkolaborasi langsung dengan pimpinan pesantren di seluruh Indonesia dalam mengawasi setiap kegiatan dan mencegah terjadinya perilaku menyimpang yang mencederai nilai-nilai agama.

Di akhir pernyataannya, Menag mengajak publik untuk lebih bijak dan teliti dalam memilah informasi di ruang digital. Budaya "saring sebelum sharing" menjadi kunci penting untuk memutus rantai penyebaran hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa.

Kesadaran kolektif dalam bermedia sosial dianggap sebagai pondasi utama untuk menciptakan kedamaian dan melindungi institusi pendidikan dari fitnah yang merugikan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK