Lembaga Rating Dunia Beri Skor Iklim Investasi di Indonesia, Prabowo Subianto: Upaya Takuti Kondisi Tanah Air
FAKTANASIONAL.NET - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menilai skor iklim investasi di Indonesia yang dinilai beberapa lembaga rating dunia dianggapnya sebagai upaya menakuti-nakuti kondisi di Indonesia. Skor ini juga diberikan setelah pe…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menilai skor iklim investasi di Indonesia yang dinilai beberapa lembaga rating dunia dianggapnya sebagai upaya menakuti-nakuti kondisi di Indonesia.
Skor ini juga diberikan setelah pemerintah mengumumkan sejumlah kebijakan, termasuk ekspor beberapa komoditas strategis melalui satu pintu, yaitu lewat PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
"Sudah-sudah, bukan kita takut," katanya di hadapan seluruh anggota Kabinet Merah Putih dan pejabat negara saat Sidang Kabinet Paripurna.
"Tetapi, ternyata, Standard & Poor's, S&P, mereka sendiri sudah umumkan bahwa mereka menilai bahwa itu langkah tepat bagi bangsa Indonesia, dan itu bisa meningkatkan penghasilan kita, revenue kita. Kemudian, mereka tetap tidak menurunkan outlook. Kita tetap outlook stable, kita tetap punya rating investment grade, emerging market grade.”
Terlepas dari skor ranking yang diberikan oleh lembaga-lembaga rating dunia itu, Indonesia harus tetap percaya dengan kekuatannya sendiri.
"Bukan kita selalu harus puas dengan rating bangsa lain. Sekali lagi saudara-saudara, percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita hidup di dunia global, tetapi kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada fundamental kita sendiri," ujarnya.
Selama beberapa bulan terakhir, beberapa lembaga rating ternama dunia merilis hasil penilaian mereka terhadap outlook perekonomian dan investasi di Indonesia.
Dari tiga lembaga rating yang telah merilis penilaiannya untuk Indonesia, yaitu Moody's Ratings, Fitch Ratings, dan S&P Global Ratings, hanya S&P yang mempertahankan outlook Indonesia pada level stabil (stable) dan rating BBB/A-2.
Rating dan outlook itu dipertahankan karena S&P menilai penerimaan negara yang berangsur-angsur pulih dan penilaian terhadap kinerja ekspor yang diyakini membaik.
Penilaian itu diakui perlu, tetapi pemerintah tetap fokus terhadap hal-hal yang mendasar bagi hajat hidup rakyat Indonesia, yaitu pangan, energi, dan air.
"Apapun terjadi, kita sekarang pangan aman, energi cukup kuat, air kita berlimpah-limpah tinggal management-nya. Kita sudah mulai dipandang, dan kita akan buktikan, saya yakin dan percaya, kita akan jadi lumbung pangan dunia. Saya percaya itu, saya tidak tahu di zaman siapa nanti, tetapi saya percaya itu," tuturnya. (adm)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.