Fakta Nasional

Lodewyk Pusung Ungkap Perintah Prabowo, Ternyata Ini Awalnya

FAKTANASIONAL.NET - Mantan Wakil Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkap cerita awal dirinya ditunjuk masuk ke BGN. Kesaksian itu disampaikan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 21 August 2026 📖 1 menit
Lodewyk Pusung Ungkap Perintah Prabowo, Ternyata Ini Awalnya
Lodewyk Pusung Ungkap Perintah Prabowo, Ternyata Ini Awalnya /(Instagram)

FAKTANASIONAL.NET - Mantan Wakil Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkap cerita awal dirinya ditunjuk masuk ke BGN.

Kesaksian itu disampaikan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dikutip dari Kompas.com, Lodewyk mengatakan penunjukannya bermula dari komunikasi dengan Sjafrie Sjamsoeddin pada 3 April 2024.

Saat itu, Sjafrie yang kini menjabat Menteri Pertahanan memintanya datang ke kediaman.

Sehari setelah pertemuan tersebut, Lodewyk mendapat informasi bahwa dirinya ditunjuk menjadi Wakil Kepala BGN.

Ia menyebut keputusan itu berkaitan dengan perintah Prabowo Subianto yang ketika itu masih menjabat Menteri Pertahanan.

“Perintah 08, kamu jadi Wakil Makan Siang Gratis. Kepalanya Bapak Burhanuddin Abdullah,” kata Lodewyk dalam persidangan. Ia menegaskan, dirinya tidak dapat menolak karena berlatar belakang tentara.

Dalam perkembangan berikutnya, Burhanuddin Abdullah disebut mengundurkan diri sebelum dilantik.

Lodewyk kemudian resmi menjalankan tugas sebagai Wakil Kepala BGN berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 94/P Tahun 2024 dan dilantik pada 19 Agustus 2024, setelah Prabowo menjadi Presiden.

Pada tahap awal pembentukan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Lodewyk mengaku bersama Kepala BGN Dadan Hindayana dan sejumlah staf ikut merumuskan pola pelaksanaan program.

Ia juga mengungkap keterlibatan TNI dalam pembangunan dapur MBG.

Menurut Lodewyk, waktu persiapan yang sangat terbatas membuat pemerintah membutuhkan langkah cepat karena kegiatan memasak ditargetkan dimulai pada Agustus 2024.

“Saya bilang karena ini bermain-main dengan darurat, waktunya mepet, mohon maaf bukan karena saya tentara, saya bilang 'Pak, saran saya kita bekerja sama dengan TNI.' Pak Sjafrie sampaikan ke saya, 'Silakan dikoordinasi,'” ujarnya.

Hasil koordinasi tersebut melahirkan pembangunan 82 dapur MBG di lahan yang digunakan TNI. Sebanyak 50 dapur berada di Pulau Jawa, sedangkan 32 lainnya dibangun di luar Jawa.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK