Fakta Nasional

Logam Mulia Terkoreksi, Perak Antam Bertahan di Rp16.450/gram

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar logam mulia hari ini menunjukkan tren pelemahan, terutama pada harga emas Antam, sementara perak justru stabil tanpa perubahan. Menurut situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun sebesar Rp 4.000 menjadi…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 04 July 2025 📖 1 menit
Logam Mulia Terkoreksi, Perak Antam Bertahan di Rp16.450/gram
Harga Emas/(ilustrasi/@pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pasar logam mulia hari ini menunjukkan tren pelemahan, terutama pada harga emas Antam, sementara perak justru stabil tanpa perubahan.

Menurut situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun sebesar Rp 4.000 menjadi Rp 1.907.000 per gram, sedangkan harga buyback juga terkoreksi Rp 4.000 menjadi Rp 1.751.000 per gram.

Dalam catatan sejarah, harga tertinggi emas Antam (all time high/ATH) pernah menembus Rp 2.039.000 per gram pada Selasa, 22 April 2025.

Di pasar spot internasional, emas melemah 0,9% ke level US$ 1.328,63 per ons pada pukul 02.00 siang EDT (18.00 GMT), setelah sempat anjlok lebih dari 1% di awal sesi.

Namun, di sisi lain, kontrak emas berjangka AS justru menutup perdagangan dengan kenaikan tipis 0,4% ke level US$ 1.342,90 per ons. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh sentimen pasar terhadap kebijakan suku bunga dan data ekonomi AS yang beragam.

Berbeda dengan emas, harga perak batangan Antam tidak bergerak, tetap berada di posisi Rp 16.450 per gram, dengan harga 250 gram di Rp 5.800.000 dan 500 gram di Rp 11.200.000.

Di pasar spot global, perak justru menguat 0,7% ke US$ 36,84 per ons. Sementara itu, platinum turun 3,1% menjadi US$ 1.374,89, dan paladium melemah 1,5% ke US$ 1.137,69.

Secara keseluruhan, kondisi makro global dan kebijakan moneter menjadi faktor utama pergerakan logam mulia. Meski emas terkoreksi, investor masih melihat perak sebagai opsi alternatif yang relatif stabil.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK