Fakta Nasional

Logam Tanah Jarang di Kalbar Tersebar di Area 54.000 Hektar

FAKTANASIONAL.NET - Bumi Indonesia mengandung mineral logam tanah jarang atau rare earth dalam jumlah besar. Ini sumber energi yang kni menjadi incaran dunia sebagai bahan baku aneka poroduk modern. Seperti kaca smartphone, mobil hybrid, pesawat tem…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 01 September 2026 📖 2 menit
Logam Tanah Jarang di Kalbar Tersebar di Area 54.000 Hektar
Inilah logam tanah jarang (rare earth). Foto: Reuters

FAKTANASIONAL.NET - Bumi Indonesia mengandung mineral logam tanah jarang atau rare earth dalam jumlah besar. Ini sumber energi yang kni menjadi incaran dunia sebagai bahan baku aneka poroduk modern. Seperti kaca smartphone, mobil hybrid, pesawat tempur dan bahkan rudal. Logam ini dapat ditemukan di tiga pulau Indonesia, salah satunya Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Ekspor Nikel hingga Bauksit Tersendat, IMA Minta Pemerintah Tetapkan Standar Uji Logam Tanah Jarang

Kepala Badan Industri Mineral (BIM) Brian Yuliarto mengungkapkan, ada tiga pulau di Indonesia yang punya kandungan besar logam tanah jarang. Tiga pulau tersebut adalah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Ada delapan lokasi (blok) sumber utama dari logam tanah jarang di 3 pulau tersebut

"Ada 8 Blok yang kami nilai memiliki potensi yang sangat besar. Ini semuanya adalah Primary Resources. Jadi bukan by-product resources. Tapi kami lihat di beberapa titik nantinya akan bisa didukung dari by-products-nya," ujar Brian dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI, baru-baru ini.

Brian mengatakan saat pihaknya tengah melakukan penelitian secara intensif terhadap seluruh blok tersebut. Nantinya, hasil kajian nantinya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam bentuk rekomendasi agar pengelolaannya bisa digarap oleh Perminas.

"Sehingga pengelolaan ininya, pengelolaan IUP-nya dapat diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara sebagaimana diminta oleh Bapak Presiden bahwa karena rare earth ini adalah industri yang strategis, maka didorong agar penguasaannya dilakukan oleh badan usaha di bawah BUMN," jelas Brian.

Logam Tanah Jarang Di Tangan Prabowo Jangan Sampai Seperti Emas Papua Di Era Soeharto: Untuk Amerika

Berikut ini potensi kandungan logam tanah jarang dan bahan lainnya di Indonesia:

Blok Melawi (Kalimantan Barat): Potensi masif Rare Earth Elements (total ~81.720 ppm) di lahan seluas ~54.000 ha.

Blok Boyan Hulu (Kalimantan Barat): Target utama Antimony (~70-95%) di area ~8.492 ha.

Blok Toboali (Bangka Belitung): Menyimpan Tungsten (~8.287 ppm), REE (2.391 ppm), dan Tantalum di area seluas ~10.000 ha.

Blok Keposang (Bangka Belitung): Memiliki kandungan Rare Earth Elements dengan total ~1.000 ppm di area ~5.000 ha.

Blok Mentikus (Bangka Belitung): Memiliki kandungan Sn 23.400 ppm dan Tungsten 9.000 ppm di area 200 ha.

Blok Batubesi (Bangka Belitung): Memiliki kandungan Sn 5.000 ppm dan Tungsten 2.500 ppm di lahan seluas 500 ha.

Blok Mamuju (Sulawesi Barat): Kandungan Rare Earth Elements (~2.000 ppm) di area ~23.000 ha.

Blok Bombana (Sulawesi Tenggara): Memiliki REE (220 ppm) dan Antimony (~6.170 ppm) di lahan seluas ~64.000 ha. (dwo)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK