Lonjakan Harga Batu Bara Newcastle: Efek Domino Kebijakan China
FAKTANASIONAL.NET - Pasar batu bara global kembali bergairah setelah harga kontrak NCFMc2 mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (17/7/2026). Dilansir pada (19/7/2026) dari CNBC Indonesia, harga batu bara Newcastle ditutup di level…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Pasar batu bara global kembali bergairah setelah harga kontrak NCFMc2 mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Jumat (17/7/2026).
Dilansir pada (19/7/2026) dari CNBC Indonesia, harga batu bara Newcastle ditutup di level US$133,35 per ton, naik 3,57% dari pekan sebelumnya yang berada di posisi US$128,75 per ton.
Tren positif ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan energi di China, di mana rekor konsumsi listrik mencapai 1,55 miliar kilowatt akibat gelombang panas ekstrem.
Di sisi lain, kendala produksi domestik pasca-kecelakaan tambang di Shanxi memaksa Beijing meningkatkan impor batu bara secara masif. Data menunjukkan impor China pada Juni melonjak 28,6% dibanding bulan sebelumnya.
Sementara China tancap gas, India justru cenderung menahan diri untuk tidak agresif di pasar impor meski permintaan pembangkit listrik domestiknya meningkat akibat cuaca panas.
Penurunan impor batu bara termal India sepanjang Januari-Mei menjadi faktor penyeimbang kenaikan harga di pasar global.
Meski demikian, kombinasi mahalnya harga LNG Asia dan tingginya permintaan listrik di China membuat analis memproyeksikan harga batu bara Newcastle berpeluang terus merangkak naik menuju kisaran US$135–US$137 per ton dalam waktu dekat.
Jika faktor cuaca ekstrem bertahan, potensi pengujian level US$140 per ton bukan hal mustahil, meski penguatan ini diprediksi terjadi secara bertahap.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.