Fakta Nasional

Lonjakan Kredit Paylater di Indonesia

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Layanan buy now pay later (BNPL) makin diminati masyarakat Indonesia. Data per Februari 2025 mencatat penyaluran kredit paylater mencapai Rp 36,24 triliun, tumbuh 27,65% secara tahunan. Direktur Utama Pefindo B…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 23 April 2025 📖 1 menit
Lonjakan Kredit Paylater di Indonesia
Pay letter/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Layanan buy now pay later (BNPL) makin diminati masyarakat Indonesia.

Data per Februari 2025 mencatat penyaluran kredit paylater mencapai Rp 36,24 triliun, tumbuh 27,65% secara tahunan.

Direktur Utama Pefindo Biro Kredit (IdScore) Tan Glant Saputrahadi menjelaskan, jumlah akun paylater juga naik signifikan ke 48,35 juta, atau pertumbuhan 37,34% YoY.

Hal ini menunjukkan BNPL tetap tahan banting meski daya beli menghadapi tekanan.

Menurut Tan Glant, sepanjang Februari 2025, kredit paylater mengalami pertumbuhan bulanan sebesar 2,53%—menandakan konsumen masih mengandalkan BNPL untuk kebutuhan konsumsi harian dan belanja online.

Berdasarkan usia, pengguna paylater didominasi generasi Z dan milenial:

20–30 tahun: 46,6%

30–40 tahun: 29,19%

40–50 tahun: 13,32%
Pengguna di bawah 20 tahun menyumbang 6,79%, sedangkan di atas 50 tahun masih di kisaran 2–3%.

Uniknya, lonjakan BNPL terjadi bersamaan dengan deflasi 0,48% secara bulanan pada Februari 2025, yang ditopang diskon tarif listrik dan penurunan harga makanan, minuman, dan tembakau.

BPS mencatat deflasi inti tetap terjaga rendah, meski kontribusi deflasi makanan di luar kebiasaan menjelang Ramadan.

CORE Indonesia menilai fenomena ini menandai pergeseran pola konsumsi, di mana konsumen mengandalkan opsi cicil tanpa bunga untuk menjaga pembelanjaan tetap stabil.

Dengan deflasi dan pertumbuhan BNPL berjalan beriringan, pelaku industri finansial perlu menyiapkan model risiko kredit dan edukasi pentingnya penggunaan paylater secara bijak.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK