Lumpur dan Kayu Gelondongan Dipangkas, Asa Petani Toweren Menanam Kembali Mulai Terbit
Alat berat yang dikerahkan sebagai upaya pembersihan bongkahan kayu yang menutupi areal persawahan pascabanjir di Toweran, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Minggu (22/2). (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Senyum para petani di Kampung Toweren, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, mulai kembali merekah.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah desa melakukan akselerasi pembersihan lahan pertanian yang terkubur material banjir bandang sejak akhir November 2025 lalu.
Langkah ini menjadi kunci utama untuk memulihkan urat nadi ekonomi warga dataran tinggi Gayo yang sempat lumpuh total akibat dampak Siklon Senyar.
Di tengah hamparan sawah yang sempat berubah menjadi "hutan kayu" dan sedimen lumpur tebal, masyarakat setempat menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.
Alih-alih hanya meratapi kerugian, warga secara mandiri memilah sisa material bencana untuk kebutuhan rekonstruksi.
Baca Juga: Strategi Terpadu Pertamina Balongan: Jantung Ketahanan Energi Jawa
Kayu-kayu gelondongan yang dibawa arus banjir kini dipilah secara manual:
- Bahan Bangunan: Digunakan untuk memperbaiki struktur rumah yang rusak.
- Kayu Bakar: Dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik sehari-hari.
Meski semangat gotong-royong warga sangat tinggi, volume material yang sangat besar menjadi tantangan yang mustahil diselesaikan secara manual.
Menanggapi hal tersebut, BNPB memimpin langsung evakuasi material dengan rencana penambahan alat berat khusus.
“Langkah intensif ini diambil guna membersihkan sisa material banjir bandang berupa lumpur dan ratusan gelondongan kayu yang mengubur persawahan warga agar aktivitas masa tanam dapat segera dimulai kembali,” tulis laporan pemulihan di lapangan, Senin (23/2/2026).
Prioritas saat ini adalah memindahkan gelondongan kayu berukuran besar ke lahan-lahan kosong yang lebih stabil agar pembersihan lumpur di area persawahan bisa segera tuntas.
Letak geografis Toweren yang berada di bawah naungan perbukitan menjadikannya daerah rawan cuaca ekstrem.
Namun, sinergi antara BNPB, lintas kementerian, dan masyarakat diharapkan dapat segera mengembalikan kesuburan lahan tersebut.
Pemulihan ini bukan sekadar membersihkan lahan, melainkan upaya strategis untuk memastikan produktivitas pangan di wilayah Aceh Tengah kembali normal.
Dengan bersihnya lahan dari hambatan fisik, masa tanam diprediksi dapat segera dimulai dalam waktu dekat, membawa harapan baru bagi kemandirian ekonomi warga pascabencana.
Baca Juga: Sukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional, TNI AD Perkuat Sinergi di Papua
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.