Fakta Nasional

Mabes Polri Minta Maaf Atas Insiden Maut Oknum Brimob di Tual

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - abes Polri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya AT (14), pelajar asal Maluku Tenggara yang diduga dianiaya oknum anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, secara terbuk…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 22 February 2026 📖 1 menit
Mabes Polri Minta Maaf Atas Insiden Maut Oknum Brimob di Tual
Mabes Polri Minta Maaf Atas Insiden Maut Oknum Brimob di Tual/(Humas Polri)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - abes Polri menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya AT (14), pelajar asal Maluku Tenggara yang diduga dianiaya oknum anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya.

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, secara terbuka memohon maaf kepada keluarga korban.

Ia mengakui bahwa tindakan oknum tersebut sangat mencederai nilai-nilai luhur Tribrata dan Catur Prasetya yang menjadi pedoman setiap anggota kepolisian, dilansir pada 22 Februari 2026.

Polri memastikan tidak akan memberikan ruang bagi personel yang melanggar hukum. Irjen Johnny menekankan bahwa institusinya berkomitmen penuh pada transparansi dan akuntabilitas dalam menangani kasus ini.

Masyarakat dan keluarga korban diajak untuk terus mengawal setiap tahapan proses hukum agar keadilan benar-benar ditegakkan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku di Indonesia.

Insiden memilukan ini bermula pada Kamis (19/2/2026) dini hari di Kota Tual. Korban terjatuh dari motor setelah dipukul menggunakan helm oleh Bripda Masias yang mencurigai adanya aksi balap liar.

Sayangnya, tindakan represif yang salah sasaran tersebut berujung pada hilangnya nyawa remaja tak berdosa tersebut. Kini, Polri fokus memastikan pelaku mendapatkan sanksi yang setimpal.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK