Fakta Nasional

Mahfud MD: Kasus Korupsi MBG Sepi Sejak Muncul Kasus Febrie

FAKTANASIONAL.NET - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kembali dugaan kasus korupsi yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dikutip redaksi dari berbagai sumber pada…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 11 August 2026 📖 1 menit
Mahfud MD: Kasus Korupsi MBG Sepi Sejak Muncul Kasus Febrie
Mahfud MD/Dok, Ist.
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti kembali dugaan kasus korupsi yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikutip redaksi dari berbagai sumber pada 11 Agustus 2026, Mahfud menilai isu tersebut kini tidak lagi banyak terdengar setelah perhatian publik tersita oleh mencuatnya kasus yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Padahal, menurut Mahfud, perkara dugaan korupsi MBG memiliki potensi besar karena dapat membuka keterlibatan banyak pihak. Ia bahkan menggambarkan kasus tersebut sebagai “bom besar”.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Mahfud memandang persoalan tersebut belum semestinya kehilangan perhatian hanya karena muncul perkara hukum lain yang menjadi sorotan masyarakat.

Selain mempertanyakan meredupnya isu tersebut, Mahfud juga menyinggung kemungkinan adanya dugaan “barter kasus” dalam penanganan perkara hukum. Meski demikian, ia berharap dugaan tersebut tidak benar-benar terjadi.

Mahfud menilai pengusutan terhadap dugaan korupsi MBG seharusnya dilakukan secara serius dan transparan. Menurutnya, proses hukum yang berjalan secara tuntas bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk melakukan pembenahan.

Ia melihat pengungkapan perkara tersebut sebagai momentum memperbaiki tata kelola program MBG agar ke depan lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan demikian, perhatian terhadap dugaan korupsi MBG dinilai tetap penting, terutama jika perkara tersebut memang memiliki potensi menyeret banyak pihak. Mahfud berharap proses hukum tidak berhenti akibat bergesernya perhatian publik kepada kasus lain.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK