Fakta Nasional

Masuk Bursa Filipina, Pertamina NRE Resmi Kuasai 20% Saham CREC

FAKTANASIONAL.NET — Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi mencatatkan kepemilikan 20 persen saham Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), perusahaan energi baru dan terbarukan terkemuka di Filipina. Kepemilikan saham terse…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 03 February 2026 📖 2 menit
Masuk Bursa Filipina, Pertamina NRE Resmi Kuasai 20% Saham CREC
Pertamina NRE akuisisi 20% saham Citicore Renewable Energy senilai USD 120 juta, perkuat portofolio EBT dan transisi energi Asia Tenggara/Dok. Pertamina.

FAKTANASIONAL.NET —Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) resmi mencatatkan kepemilikan 20 persen saham Citicore Renewable Energy Corporation (CREC), perusahaan energi baru dan terbarukan terkemuka di Filipina. Kepemilikan saham tersebut telah terdaftar secara resmi di Philippine Stock Exchange (PSE) pada Selasa, 13 Januari 2026.

Masuknya Pertamina NRE sebagai pemegang saham CREC merupakan hasil dari penyelesaian aksi korporasi berupa akuisisi saham sebesar 20 persen yang telah dilakukan pada Juni 2025. Nilai investasi dalam transaksi ini mencapai sekitar USD 120 juta, ditandai dengan penandatanganan Share Subscription Agreement di Jakarta. Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya Pertamina NRE dalam memperkuat portofolio bisnis energi terbarukan, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

CEO & President CREC, Oliver Y. Tan, menilai kemitraan dengan Pertamina NRE sebagai langkah penting untuk memperkuat sinergi regional di sektor energi bersih. Menurutnya, kolaborasi ini menggabungkan keahlian, pengalaman, dan teknologi energi terbarukan kedua perusahaan.

Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak hanya mendukung percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di Filipina, tetapi juga selaras dengan agenda transisi energi Indonesia. Sinergi ini diyakini mampu mendorong pertumbuhan sektor energi terbarukan di kawasan ASEAN secara berkelanjutan.

Sebagai salah satu pengembang energi surya terbesar di Filipina, CREC tercatat memiliki portofolio proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas terpasang bruto mencapai 596 MWp hingga Desember 2025. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas hingga 5 GW pada 2029, yang diharapkan berkontribusi signifikan dalam pengurangan emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan.

Kemitraan strategis antara Pertamina NRE dan CREC juga membuka peluang kolaborasi pengembangan proyek EBT lintas negara, termasuk di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara. Selain memberikan nilai tambah bagi Pertamina NRE, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan keahlian teknis, memperkuat transfer teknologi, serta mengoptimalkan kinerja portofolio energi surya nasional.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina NRE, Rika Gresia Wahyudi, menyampaikan bahwa investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk meningkatkan kapasitas terpasang energi terbarukan.

Menurutnya, keterlibatan Pertamina NRE sebagai pemegang saham di perusahaan EBT terkemuka Filipina menegaskan komitmen perusahaan dalam memperkuat kolaborasi regional serta mempercepat transisi energi di kawasan ASEAN.

Sementara itu, Eri Reksoprodjo, Direktur CREC yang mewakili Pertamina NRE, berharap kerja sama ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran strategis. Pertamina NRE diharapkan dapat memanfaatkan pengalaman CREC untuk meningkatkan kinerja dan pengembangan portofolio PLTS di Indonesia.

Melalui langkah ini, Pertamina NRE terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak energi baru dan terbarukan, sejalan dengan dukungan terhadap program pemerintah dalam percepatan transisi energi nasional. Pertamina juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.[zul]

 


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK