Fakta Nasional

Mau Ekspor Mamin ke Australia? Berikut Bocoran Strateginya yang Disampaikan Atase Dagang RI untuk Canbbera

TANGERANG, FAKTANASIONAL.NET – Atase Perdagangan Kemendag untuk Canberra - Australia, Agung Haris Setiawan memaparkan tentang strategi produk makanan dan minuman (Mamin) Indonesia yang ingin diekspor ke Australia. Pemaparan tersebut disampaikan Agun…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 12 October 2024 📖 3 menit
Mau Ekspor Mamin ke Australia? Berikut Bocoran Strateginya yang Disampaikan Atase Dagang RI untuk Canbbera
Kegiatan konsultasi bisnis bersama Perwakilan Perdagangan (Perwadag) RI di Luar Negeri bagi pelaku usaha partisipan Trade Expo Indonesia 2024 (TEI 2024) di ICE, BSD City, Tangerang, Banten/Humas Kemendag.

TANGERANG, FAKTANASIONAL.NET – Atase Perdagangan Kemendag untuk Canberra - Australia, Agung Haris Setiawan memaparkan tentang strategi produk makanan dan minuman (Mamin) Indonesia yang ingin diekspor ke Australia.

Pemaparan tersebut disampaikan Agung Haris Setiawan dalam seminar bertemakan “Strategi Penetrasi Kuliner dan Produk F&B Indonesia di Pasar Australia" yang digelar di Trade Expo Indonesia 2024 (TEI 2024) di ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (11/10/2024).

Menurut Haris, Australia mensyaratkan kemasan produk makanan dan minuman (mamin) harus dalam bahasa Inggris serta mencantumkan kandungan nutrisi, komposisi, dan alergen. Kemasan tersebut juga harus menyebutkan eksportir, importir, dan negara asal.

“Pelaku usaha Indonesia diharapkan memperhatikan dan wajib mengikuti persyaratan kemasan jika berencana mengekspor produk mamin ke Australia," kata dalam rilis yang di publish di kemendag.go.id, Jumat (11/10/2024).

"Harus jelas perusahaan eksportir dan importirnya beserta negara asal. Bahan baku produk mamin tersebut juga tidak menggunakan bahan baku yang dilarang atau dibatasi pemasukannya di Australia,” tambah Haris.

Haris menambahkan, restoran juga merupakan peluang bagi produk Indonesia. Banyak diaspora makanan dan minuman asal tanah air. Ada sejumlah regulasi berusaha restoran di Australia.

Pertama, pemilik usaha pangan harus memastikan staf memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjaga keamanan pangan. Kedua, tempat makan dan peralatannya harus selalu bersih dan disanitasi.

Ketiga, makanan harus terlindung dari kontaminasi dan disimpan pada suhu yang tepat. Keempat, kafe dan restoran akan diperiksa secara rutin oleh petugas dewan sementara pemilik bisa melakukan inspeksi mandiri dengan mengacu pada Food Premises Assessment Report (FPAR).

“Contoh di negara bagian New South Wales (NSW), setiap restoran akan menerima sertifikat yang dipajang di pintu masuk untuk menunjukkan hasil pemeriksaan kebersihan dan keamanan pangan," terang Haris.

Regulasi NSW, lanjutnya, mewajibkan gerai makanan cepat saji menampilkan informasi gizi di tempat penjualan. Selain itu, NSW melarang kantung plastik sekali pakai, sendok garpu, pengaduk, sedotan, piring, dan mangkuk plastik serta wadah makanan stirofoam.

"Terdapat pengecualian bagi sedotan plastik sekali pakai yang boleh disediakan untuk disabilitas atau kebutuhan medis,” imbuh Haris.

Ekspor mamin Indonesia ke Australia masih memiliki peluang yang menjanjikan. Banyaknya pameran produk mamin seperti National Multicultural Festival, Festival Indonesia Melbourne, dan Pasar Senggol juga menjadi kesempatan untuk mempromosikan produk mamin Indonesia.

Berdasarkan data yang diolah Atdag Canberra pada 2023, ekspor makanan (harmonized system code/kode HS 21) Indonesia ke Australia tercatat USD 29,3 juta dan ekspor minumannya (kode HS 22) USD 1,2 juta.

Pada Januari sampai Mei 2024, ekspor makanan Indonesia ke Australia tercatat USD 8,2 juta dan ekspor minumannya USD 600 ribu.

Sementara pada 2023, impor makanan dengan kode HS 21 Australia dari dunia tercatat USD 2,4 miliar dan impor minumannya USD 1,98 miliar.

Pada Januari sampai Mei 2024, impor makanan Australia dari dunia tercatat USD 1,07 miliar dan impor minumannya USD 760 juta.

Kompetitor produk makanan Indonesia yaitu Selandia Baru, Singapura, Amerika Serikat (AS), Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Thailand. Kompetitor produk minuman Indonesia yaitu Selandia Baru, Prancis, Inggris, AS, dan Italia.

Perdagangan Indonesia–Australia

Berdasarkan data Trademap, nilai total perdagangan Indonesia–Australia tercatat USD 12,47 juta pada 2023. Angka tersebut terdiri atas ekspor Indonesia ke Australia senilai USD 3,17 juta dan impor Indonesia dari Australia USD 9,29 juta.

Produk utama ekspor Indonesia ke Australia meliputi mesin dan reaktor nuklir; mesin listrik; bahan bakar minyak (BBM); kayu dan produk kayu; serta besi dan baja.

Adapun produk utama impor Indonesia dari Australia meliputi BBM; biji-bijian; ore, slim, dan grey; perhiasan; dan gula.

Pada sesi kedua, Haris membahas market intelligence pasar Australia. Hadir menjadi narasumber peneliti Export Expert Indonesia Fikrie Aldjoeffry.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK