Fakta Nasional

Media Askar Soroti MBG dan Kopdes, Disebut Berkaitan dengan Persiapan Pemilu 2029

FAKTANASIONAL.NET - Pendiri Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menyoroti sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Ia menilai program tersebut tidak hanya…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 13 September 2026 📖 2 menit
Media Askar Soroti MBG dan Kopdes, Disebut Berkaitan dengan Persiapan Pemilu 2029
Masyarakat Daerah Saat Ini Seakan Tidak Punya Pemimpin, Ini Sorotan Wahyudi Askar!/foto: tangkap layar YouTube/@ilc)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pendiri Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menyoroti sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Ia menilai program tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebijakan sosial dan ekonomi, tetapi juga dapat dikaitkan dengan persiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.

Dalam pandangannya, berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan “ongkos” politik. Istilah itu sebelumnya digunakan dalam Dirty Vote untuk menggambarkan kebutuhan logistik dalam kontestasi pemilu.

Media Askar menyampaikan pandangan tersebut dalam pernyataannya yang dikutip dari Instagram @neolead.id, Sabtu (12/9/2026).

“Mereka merencanakan dan mereka sudah melaksanakan. 2026 mereka sudah melakukan itu dengan sangat terencana, masif, hampir di semua lini,” kata Media Askar.

Media Askar juga menyoroti besarnya pengaruh pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah yang menurutnya dapat terjadi karena adanya konflik kepentingan.

“Pertama, mereka tahu. Mereka bisa kontrol pemerintah daerah. Karena ada afiliasi kepentingan dan saling kuncian terkait kejahatan yang dilakukan kepala daerah,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut dapat berdampak terhadap pengelolaan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Dana Bagi Hasil (DBH). Anggaran tersebut disebutnya berpotensi dialihkan atau ditarik ke tingkat pusat.

“Sehingga mereka ambil DAU, DAK, dan DBH. Kemudian digeser ke pusat. Pusat punya uang,” ucapnya.

Ia menambahkan, anggaran yang bersifat mandatory, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan, juga dinilai masuk dalam dinamika tersebut.

“Tidak cukup sampai di sana, mereka juga ambil dana pendidikan, dana kesehatan, dan bahkan belakangan mereka menggunakan instrumen keuangan seperti patriot bond dan beragam manuver ekonomi keuangan lainnya,” jelasnya.

Media Askar menilai berbagai langkah tersebut pada akhirnya berkaitan dengan upaya menghimpun sumber daya untuk periode menjelang Pemilu 2029.

“Tujuannya cuma satu, memastikan uang terkumpul dalam keranjang, dan digunakan pelan-pelan untuk 2027, 2028, dan 2029,” imbuhnya.

“Kita sudah saksikan hari ini, ongkos itu pelan-pelan jadi logistik,” sambungnya.

Ia kemudian mengaitkan istilah logistik tersebut dengan program MBG dan Kopdes Merah Putih.

“Logistiknya apa? MBG. Apa gudangnya? kopdes. Siapa yang menyalurkan logistik itu? Ormas. Kemudian partai politik dan satu lagi yang paling krusial, aparat TNI dan polisi,” terangnya.

Menurut Media Askar, bentuk “ongkos” tersebut tidak lagi selalu terlihat sebagai uang tunai, melainkan dapat hadir melalui program bantuan sosial dan kebijakan pemerintah.

“Ongkos ini sudah berubah, tidak lagi dala bentuk rupaih, tapi dalam bentuk bantuan sosial, MBG ini hanya sebagian cara dari mungkin 1.001 cara menjelang 2029,” terangnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK