Megathrust Selatan Jawa Terancam Picu Tsunami 20 Meter, Jakarta Bisa Terdampak hingga 1,8 Meter
FAKTANASIONL.NET - Ancaman gempa Megathrust di Indonesia menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu tsunami besar di sejumlah wilayah pesisir. Salah satu kawasan yang memiliki risiko tinggi adalah zona Megathrust Selatan Jawa, yang damp…
FAKTANASIONL.NET - Ancaman gempa Megathrust di Indonesia menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu tsunami besar di sejumlah wilayah pesisir.
Salah satu kawasan yang memiliki risiko tinggi adalah zona Megathrust Selatan Jawa, yang dampaknya dapat meluas hingga Selat Sunda, Banten, Lampung, bahkan Jakarta.
Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire memiliki 14 segmen Megathrust. Salah satu segmen yang perlu diwaspadai berada di selatan Jawa Barat hingga Selat Sunda.
Energi yang terkunci di zona subduksi tersebut terus terakumulasi seiring berjalannya waktu.
Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Nuraini Rahma Hanifa, menjelaskan bahwa penumpukan energi tersebut suatu saat dapat dilepaskan melalui pergerakan mendadak.
Proses itu berpotensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan hingga magnitudo 8,7 apabila energi dilepaskan secara bersamaan.
Guncangan besar akibat gempa Megathrust dapat memindahkan kolom air laut dan menghasilkan gelombang tsunami. Gelombang tersebut kemudian menjalar ke berbagai arah hingga mencapai daratan.
Rahma memperkirakan, apabila segmen Megathrust Selatan Jawa di wilayah Pangandaran pecah, tsunami yang terbentuk bisa mencapai ketinggian sekitar 20 meter. Dampaknya tidak hanya dirasakan kawasan selatan Jawa, tetapi juga pesisir Banten dan Lampung.
"Semua pesisir Banten itu akan berdampak tapi dengan tinggi (tsunami) yang berbeda-beda," ungkap dia saat berbincang beberapa waktu lalu, dikutip Minggu (8/11/2026).
Untuk kawasan pesisir Banten, ketinggian tsunami diperkirakan mencapai 4 hingga 8 meter. Sementara itu, wilayah Lampung yang menghadap Selat Sunda juga berpotensi terdampak gelombang tersebut.
Ancaman tsunami juga berpotensi menjangkau pesisir utara Jakarta. Berdasarkan perhitungan Rahma, ketinggian gelombang di kawasan tersebut diperkirakan berkisar 1 hingga 1,8 meter.
Waktu kedatangan tsunami di Jakarta diperkirakan sekitar 2,5 jam setelah gempa terjadi. Sementara itu, wilayah selatan Jawa dapat terdampak dalam waktu sekitar 40 menit dan Lebak sekitar 18 menit.
"2,5 jam tsunami tiba. Kalau Jawa bagian selatan 40 menit sudah sampai, Lebak itu 18 menit. Oke, yang kena imbas itu pertama kali adalah wilayah Jakarta Utara ya," sebutnya.
BRIN mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Megathrust. Risikonya mencakup korban jiwa, cedera, kerusakan infrastruktur dan lingkungan, dampak sosial ekonomi, hingga terganggunya layanan dasar.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.