Fakta Nasional

Megawati Bicara Pemberdayaan Perempuan dalam Islam, Cerita soal Khadijah-Aisyah

RIYADH, FAKTANASIONAL.NET - Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam Islam adalah konsep tentang keadilan. Hal itu ditegaskan Megawati (Presiden Kelima RI, yang juga Ketua Umum PDIP) saat menyampaikan pidato akademik di P…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 10 February 2026 📖 2 menit
Megawati Bicara Pemberdayaan Perempuan dalam Islam, Cerita soal Khadijah-Aisyah

RIYADH, FAKTANASIONAL.NET - Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam Islam adalah konsep tentang keadilan.

Hal itu ditegaskan Megawati (Presiden Kelima RI, yang juga Ketua Umum PDIP) saat menyampaikan pidato akademik di Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi.

"Dalam Islam, pemberdayaan perempuan tidak dapat dilepaskan dari konsep amanah dan keadilan. Islam mengajarkan bahwa kekuasaan adalah amanah, bukan hak istimewa. Amanah menuntut pertanggungjawaban. Amanah menuntut keadilan," kata Megawati dalam pidato saat menerima gelar doktor kehormatan di PNU, Riyadh, Senin (9/2/2026).

Ketua Umum PDIP itu menyampaikan Al-Qur'an telah mengajarkan tentang prinsip kesetaraan manusia. Megawati mengutip surat An-Nisa ayat 1.

"Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan bahwa seluruh manusia diciptakan dari satu jiwa yang sama. Prinsip ini menjadi dasar teologis bahwa perempuan dan laki-laki setara dalam martabat kemanusiaan," ujar dia.

Dia juga mengutip surat Al-Hujurat ayat 13 yang menurutnya kemuliaan manusia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, suku, atau kedudukan sosial, melainkan oleh ketakwaan dan tanggung jawab moral.

"Prinsip-prinsip ini tidak berhenti pada teks. Sejarah Islam menunjukkan praktek yang nyata," tutur Megawati.

Megawati lalu menceritakan peran perempuan dalam masa awal Islam. Perempuan berkiprah di berbagai lini mulai dari pengusaha hingga periwayat hadis.

"Kita mengenal Khadijah binti Khuwailid sebagai pengusaha yang mandiri, sekaligus mitra intelektual dan moral Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Kita mengenal Aisyah binti Abu Bakar sebagai periwayat hadis dan rujukan keilmuan yang menjadi sumber pengetahuan umat hingga hari ini," tutur Megawati.

"Kita mengenal Ummu Salamah yang pemikirannya didengar dalam pengambilan keputusan penting umat Islam. Kita juga mengenal Nusaibah binti Ka‘ab yang menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menjaga komunitas Muslim pada masa awal Islam," sambung dia.

Bagi Megawati, Islam tidak pernah memosisikan perempuan sebagi pihak yang harus disingkirkan. Justru, kata dia, perempuan mendapatkan terhormat dalam Islam.

"Perempuan hadir sebagai penjaga nilai, penopang moral dan keadilan, dan penggerak peradaban," kata Megawati.

Dalam orasi ilmiah itu, Megawati juga menceritakan pengalaman panjangnya di politik mulai dari anggota DPR, Ketua Umum PDIP, wakil presiden hingga presiden. Megawati menekankan soal dirinya merupakan presiden perempuan pertama di Indonesia.

"Hingga saat ini, saya juga memimpin Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sebuah lembaga kenegaraan yang bertugas menguatkan dasar negara dan ideologi bangsa kami, yakni Pancasila. Sekaligus memimpin Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), tempat para ilmuwan terbaik kami melakukan riset dan inovasi nasional. Dua lembaga kenegaraan tersebut menjadi bagian dari pemerintahan Republik Indonesia," beber dia.

Dari pengalaman tersebut, Megawati mengatakan ada satu pelajaran jelas yang diambilnya yaitu pemerintahan yang adil dan efektif tidak dapat dibangun dengan mengecualikan perempuan.

"Justru sebaliknya, kualitas pemerintahan sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan dilibatkan secara bermakna dalam pengambilan keputusan," imbuh dia.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK